Tingkatkan Literasi Masyarakat, Dispusip PPU Bakal Kembangkan Perpustakaan Digital Berbasis Barcode

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dispusip PPU, Fatmawati. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kepala Dispusip PPU, Fatmawati. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tingkatkan Literasi Masyarakat, Dispusip PPU Bakal Kembangkan Perpustakaan Digital Berbasis Barcode

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dispusip PPU, Fatmawati. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Kepala Dispusip PPU, Fatmawati. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tingkatkan Literasi Masyarakat, Dispusip PPU Bakal Kembangkan Perpustakaan Digital Berbasis Barcode

Kepala Dispusip PPU, Fatmawati. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin

PENAJAM - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Penajam Paser Utara (PPU) berencana mengembangkan perpustakaan digital berbasis barcode guna meningkatkan literasi masyarakat Benuo Taka.

Kepala Dispusip PPU, Fatmawati mengatakan tahun ini tengah menyusun perencanaan pengembangan perpustakaan digital berbasis barcode. 

Sedangkan untuk realisasi perpustakaan digital berbasis barcode ditargetkan di 2027.

“Tahun ini belum bisa direalisasikan, karena anggaran daerah mengalami penurunan yang cukup drastis,” kata Fatmawati, Sabtu (4/7/2026). 

Rencana pengembangan perpustakaan digital berbasis barcode, kata Fatmawati, merupakan salah satu inovasi layanan untuk mempermudah masyarakat Kabupaten PPU memperoleh buku bacaan secara digital. 

“Kalau ini realisasi, maka akan pasang barcode perpustakaan digital di sekolah, kantor pemerintahan dan tempat umum lainnya untuk memudahkan masyarakat,” terangnya. 

Pengembangan perpustakaan digital berbasis barcode merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi masyarakat Kabupaten PPU. 

Sebab, tingkat literasi masyarakat Benuo Taka masih relatif rendah. 

“Selain mengembangkan perpustakaan kelurahan/desa, kita juga mengembangkan perpustakaan digital,” pungkasnya.