Banner ADV

Dinas Pariwisata Berau Susun Kalender Wisata Tahunan untuk Memudahkan Promosi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu Festival Budaya yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Salah satu Festival Budaya yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinas Pariwisata Berau Susun Kalender Wisata Tahunan untuk Memudahkan Promosi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu Festival Budaya yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Salah satu Festival Budaya yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Dinas Pariwisata Berau Susun Kalender Wisata Tahunan untuk Memudahkan Promosi 

Salah satu Festival Budaya yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Berau tak ingin lagi hanya ramai dikunjungi wisatawan pada musim liburan.

Pemerintah Kabupaten Berau kini mulai menyusun strategi agar denyut pariwisata tetap hidup sepanjang tahun melalui penguatan agenda budaya di tingkat kampung dan kelurahan.

Langkah tersebut diwujudkan dengan meminta seluruh pemerintah kampung dan kelurahan segera menetapkan jadwal pelaksanaan kegiatan adat maupun festival budaya sejak jauh hari. 

Kepastian waktu dinilai menjadi kunci agar seluruh agenda dapat dihimpun dalam satu Calendar of Event (CoE) Kabupaten Berau yang berlaku selama satu tahun penuh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan selama ini banyak kegiatan budaya yang memiliki daya tarik besar, namun belum terpromosikan secara maksimal karena jadwal pelaksanaannya sering berubah atau ditetapkan mendekati hari pelaksanaan.

“Kalau seluruh agenda budaya sudah memiliki tanggal yang pasti, kami bisa menyusun kalender wisata dari Januari sampai Desember. Dengan begitu promosi bisa dilakukan lebih awal sehingga wisatawan maupun pelaku usaha dapat menyiapkan rencana kunjungannya,” ujarnya.

Menurut Yudha, penyusunan kalender wisata bukan sekadar mencatat tanggal pelaksanaan acara, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata. 

Selama ini, kedua sektor tersebut kerap berjalan sendiri sehingga potensi yang dimiliki setiap kampung belum mampu memberikan dampak maksimal terhadap kunjungan wisata.

Berau sendiri memiliki beragam agenda budaya yang telah dikenal masyarakat, seperti ritual Abutta Banua, Festival Budaya Maratua, hingga tradisi Bekudung Betiung. Selain itu, berbagai kampung juga rutin menggelar pesta adat, syukuran panen, pertunjukan seni tradisional, festival kuliner khas, hingga perlombaan budaya yang selama ini belum seluruhnya masuk dalam kalender wisata daerah.

Disbudpar berharap seluruh kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik baru yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dan waktu berkunjung ke Berau, tidak hanya untuk menikmati wisata bahari di Derawan dan Maratua, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi masyarakat di kampung-kampung.

Yudha menambahkan, kepastian jadwal juga akan memudahkan pemerintah dalam menyusun strategi promosi, menggandeng pelaku industri pariwisata, hingga mengemas paket perjalanan yang menghubungkan destinasi alam dengan atraksi budaya.

“Potensi budaya kita sangat besar. Tinggal bagaimana seluruh agenda itu disusun secara rapi, dipastikan waktunya, lalu dipromosikan bersama. Harapannya, setiap bulan ada alasan bagi wisatawan untuk datang ke Berau,” pungkasnya. (Adv)