Banner ADV

Diskominfo Berau Ungkap Faktor Penyebab Internet di Wilayah Pesisir Belum Optimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Ungkap Faktor Penyebab Internet di Wilayah Pesisir Belum Optimal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskominfo Berau Ungkap Faktor Penyebab Internet di Wilayah Pesisir Belum Optimal 

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat terkait lambatnya akses internet di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Berau mendapat perhatian dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau. 

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya dipengaruhi besaran kapasitas internet, tetapi juga jumlah pengguna hingga kondisi jaringan di lapangan.

Menurut Didi, pemerintah kabupaten telah meningkatkan kapasitas internet gratis yang disalurkan ke berbagai fasilitas publik menjadi 30 Mbps.

“Kalau hanya melihat angka, 30 Mbps sebenarnya sudah cukup untuk mendukung aktivitas pelayanan. Namun ketika koneksi itu harus dibagi untuk banyak pengguna dan beberapa layanan sekaligus, tentu kecepatannya akan berkurang,” ujarnya.

Ia menerangkan, layanan internet pemerintah diprioritaskan untuk kantor kampung, sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga ruang layanan publik. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas yang tersedia harus dibagi ke beberapa titik penggunaan secara bersamaan.

Selain itu, faktor teknis juga turut memengaruhi kualitas koneksi. Gangguan pada jaringan utama maupun tingginya lalu lintas pengguna di waktu tertentu dapat menyebabkan akses internet terasa melambat meski kapasitas yang tersedia sudah ditingkatkan.

Didi menambahkan, sebagian wilayah pesisir sebenarnya telah menggunakan jaringan fiber optik. Namun, peningkatan kualitas layanan tetap membutuhkan dukungan infrastruktur telekomunikasi yang lebih merata.

“Karena itu masyarakat kadang merasakan internet lambat, padahal penyebabnya bukan hanya kapasitas bandwidth, tetapi juga jumlah pengguna dan kondisi jaringan saat itu,” jelasnya. (Adv)