Kaltim Terapkan Metode PTHAS, Produktivitas Padi Ditarget Naik hingga 7 Ton per Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan. (Foto: Pemprov Kaltim)
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan. (Foto: Pemprov Kaltim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kaltim Terapkan Metode PTHAS, Produktivitas Padi Ditarget Naik hingga 7 Ton per Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan. (Foto: Pemprov Kaltim)
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan. (Foto: Pemprov Kaltim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kaltim Terapkan Metode PTHAS, Produktivitas Padi Ditarget Naik hingga 7 Ton per Hektare

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan. (Foto: Pemprov Kaltim)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim mulai menerapkan inovasi budidaya padi melalui metode Padi Tanam Hemat Air Super (PTHAS) sebagai upaya meningkatkan produksi beras sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program yang menjadi bagian dari strategi swasembada pangan nasional tersebut akan diterapkan secara bertahap di sekitar 7.000 hektare lahan pertanian yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kaltim, Ahmad Subhan, mengatakan penerapan metode PTHAS diharapkan mampu mendongkrak produktivitas padi yang selama ini rata-rata hanya berkisar 3 hingga 4 ton per hektare menjadi di atas 6 hingga 7 ton per hektare.

Ia mengatakan, metode PTHAS telah menunjukkan hasil yang menjanjikan di berbagai daerah. Bahkan, apabila diterapkan sesuai standar budidaya yang dianjurkan, produktivitasnya berpotensi mencapai hingga 10 ton gabah per hektare.

"Harapannya produktivitas padi di Kaltim bisa meningkat menjadi di atas 6 hingga 7 ton per hektare," katanya.

Mereka menilai peningkatan produktivitas lahan merupakan langkah yang lebih realistis dibandingkan terus membuka areal persawahan baru.

"Metode PTHAS sendiri menerapkan pola tanam yang lebih rapat sehingga jumlah rumpun padi dalam setiap hektare menjadi lebih banyak," terangnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltim berharap produksi padi terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat kontribusi Kaltim terhadap target swasembada pangan nasional.