Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Tingginya aktivitas pendaratan ikan di Dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sambaliung menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Kondisi dermaga yang dinilai sudah tidak lagi memadai mendorong pemerintah daerah kembali mengusulkan revitalisasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Meski pengelolaan PPI Sambaliung kini berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, Pemkab Berau memastikan tetap mengawal usulan tersebut agar segera masuk dalam daftar prioritas pembangunan.
Pasalnya, fasilitas yang ada saat ini dinilai belum sebanding dengan meningkatnya aktivitas perikanan di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menjelaskan, volume ikan yang didaratkan di PPI Sambaliung terus menunjukkan tren positif. Setiap hari, rata-rata dua hingga tiga ton hasil tangkapan nelayan masuk melalui dermaga tersebut, belum termasuk distribusi dari para agen ikan yang jumlahnya jauh lebih besar.
“Pergerakan komoditas perikanan di Berau sangat tinggi. PPI Sambaliung saja bisa menerima beberapa ton ikan setiap hari, sedangkan dari jaringan agen besar, distribusinya dapat mencapai sekitar 20 ton per hari. Artinya, fasilitas yang ada sudah perlu ditingkatkan agar mampu menunjang aktivitas tersebut,” ujarnya.
Menurut Majid, keberadaan dermaga yang masih berbahan kayu menjadi salah satu kendala. Selain faktor usia bangunan, kapasitas dan tingkat keamanannya juga dinilai perlu ditingkatkan agar aktivitas bongkar muat berjalan lebih efisien.
Ia mengatakan, Pemkab Berau telah menyampaikan usulan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar dermaga lama dapat direhabilitasi menjadi konstruksi beton yang lebih kuat dan tahan lama.
“Walaupun kewenangannya berada di provinsi, kami tetap aktif menyampaikan aspirasi ini. Harapannya, dermaga dapat dibangun dengan konstruksi yang lebih representatif sehingga nelayan maupun pelaku usaha perikanan memiliki fasilitas yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Selain mendorong peningkatan infrastruktur, Diskan Berau juga terus menjalankan Program Pasar Ikan Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan berbasis perikanan.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap ikan segar dengan harga yang terjangkau.
“Program ini bukan hanya membantu masyarakat memperoleh ikan berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga kestabilan harga di daerah,” jelasnya.
Majid berharap peningkatan sarana di PPI Sambaliung dapat segera terealisasi sehingga mampu mendukung kelancaran distribusi hasil tangkapan nelayan, memperkuat rantai pasok sektor perikanan, serta memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Berau. (Adv)



