Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan program baru dalam skema Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026, yakni beasiswa khusus bagi santri pondok pesantren yang berdomisili di Kukar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan program tersebut merupakan salah satu inovasi yang disampaikan langsung oleh Bupati Kukar sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan.
“Jadi sebagaimana yang disampaikan Bapak Bupati pada saat tadi, Pemkab Kukar pada tahun 2026 ini memiliki salah satu program baru dalam Beasiswa Kukar Idaman Terbaik, yaitu beasiswa khusus untuk santri pondok pesantren,” ujar Fathul. Senin (6/7/2026)
Ia menjelaskan, beasiswa tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga Kukar yang menempuh pendidikan di pondok pesantren yang berada di wilayah Kukar.
“Beasiswa ini diperuntukkan bagi seluruh warga Kukar yang mondok di seluruh pondok pesantren yang ada di wilayah Kukar. Bantuan yang diberikan sebesar Rp250 ribu per bulan selama satu tahun penuh, sehingga total yang diterima mencapai Rp3 juta per tahun,” katanya.
Fathul menegaskan, para santri tidak perlu melakukan pendaftaran untuk memperoleh bantuan tersebut. Pemerintah telah menggunakan data santri yang terdaftar di Kementerian Agama sebagai dasar penyaluran.
“Beasiswa ini diberikan tanpa melalui mekanisme pendaftaran. Kami sudah mendapatkan data dari Kementerian Agama. Selama pondok pesantrennya terdaftar di Kementerian Agama dan santrinya merupakan warga Kukar, maka secara otomatis akan menerima Rp250 ribu per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing santri,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh santri yang memiliki KTP Kukar dan belajar di pondok pesantren di wilayah Kukar berhak menerima bantuan tersebut.
“Betul. Semua santri ber-KTP Kukar yang mondok di pondok pesantren di Kutai Kartanegara akan menerima Rp250 ribu per bulan selama satu tahun,” tegasnya.
Berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Agama, saat ini terdapat 2.662 santri yang telah masuk dalam daftar penerima. Namun, Pemkab Kukar menyiapkan kuota lebih besar, yakni sebanyak 3.500 penerima.
“Data yang kami terima dari Kementerian Agama saat ini sebanyak 2.662 santri. Dasar pendataan kami memang mengacu pada data pondok pesantren dan santri yang terdaftar di Kementerian Agama,” ungkapnya.
“Sementara kuota yang kami siapkan tahun ini sebanyak 3.500 santri. Kuota itu memang kami lebihkan karena berdasarkan informasi dari Kementerian Agama masih ada beberapa pondok pesantren yang belum melengkapi data santrinya, termasuk santri baru yang akan masuk pada tahun ajaran ini,” sambungnya.
Menurut Fathul, pemerintah berharap seluruh santri, termasuk peserta didik baru di pondok pesantren, dapat menikmati program tersebut.
“Harapannya seluruh santri, termasuk santri baru tahun ini, juga bisa mendapatkan beasiswa tersebut,” ujarnya.
Terkait mekanisme penyaluran, Fathul mengatakan dana bantuan akan langsung dikirim ke rekening atas nama masing-masing santri. Pembukaan rekening dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Kaltimtara.
“Iya. Rekeningnya akan kami buat atas nama santri. Kami bekerja sama dengan Bank Kaltimtara untuk membuka rekening tersebut dan dana langsung ditransfer ke rekening santri,” katanya.
Ia menambahkan, untuk santri yang masih berusia di bawah 17 tahun, pembukaan rekening tetap harus didampingi oleh orang tua.
“Tentu pembukaan rekening itu diketahui orang tua, karena bagi santri yang usianya di bawah 17 tahun pembukaan rekening harus didampingi orang tua. Setelah dana masuk, kami akan memberikan notifikasi kepada pondok pesantren maupun santri bahwa beasiswa sudah ditransfer,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran sekitar Rp56 miliar untuk program Beasiswa Kukar Idaman Terbaik tahun 2026 yang menyasar 7.200 penerima, termasuk kuota beasiswa santri.
“Total anggaran beasiswa tahun ini untuk 7.200 penerima mencapai sekitar Rp56 miliar. Ini merupakan anggaran beasiswa terbesar, baik pada periode Kukar Idaman maupun Kukar Idaman Terbaik,” kata Fathul.
Ia menyebut Bupati Kukar juga berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan alokasi anggaran beasiswa pada tahun-tahun mendatang.
“Insyaallah Bapak Bupati sudah berkomitmen pada tahun-tahun berikutnya anggaran ini tidak akan dikurangi, bahkan mudah-mudahan bisa ditambah,” ujarnya.
Fathul menegaskan bahwa alokasi Rp56 miliar tersebut sudah mencakup seluruh program beasiswa, termasuk beasiswa khusus bagi santri.
“Betul. Total Rp56 miliar itu merupakan keseluruhan program beasiswa untuk 7.200 penerima, termasuk di dalamnya 3.500 kuota beasiswa santri,” pungkasnya.


