Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Gedung Galeri Budaya Kutai Timur (Kutim) dipersiapkan menjadi pusat informasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjelang kedatangan tim penilai.
Berbagai pembenahan dilakukan pemerintah daerah untuk mendukung proses asesmen kawasan yang diharapkan mampu mempertahankan pengakuan geopark.
Galeri yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Sangatta Utara, itu menjadi salah satu titik yang dipersiapkan sebagai tempat penyajian informasi mengenai kekayaan geologi, arkeologi, dan budaya Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Ilham mengatakan persiapan menjelang penilaian telah memasuki tahap akhir.
Sejumlah penyempurnaan dilakukan, terutama pada penyajian informasi mengenai situs-situs yang menjadi bagian dari kawasan geopark.
"Persiapan menyambut tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat hari ini sudah hampir 100 persen. Pada prinsipnya apa yang diarahkan tim sudah kami lakukan," ujarnya.
Menurut Ilham, pembenahan difokuskan pada penyajian visual dan narasi di dalam galeri. Beberapa situs, seperti Ceruk Towet dan Gua Pindi kini dilengkapi penjelasan yang lebih rinci agar memudahkan pengunjung memahami nilai penting kawasan tersebut.
Bangunan galeri yang berdiri sejak 2008 itu selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Penilaian Geopark menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali fungsi galeri sebagai sarana edukasi sekaligus pusat informasi.
Ia mengatakan setelah seluruh tahapan penilaian selesai, galeri tersebut direncanakan dibuka lebih luas untuk masyarakat. Fasilitas itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun peneliti.
"Ke depan, apabila seluruh persiapan telah selesai dan proses penilaian Geopark berjalan baik, galeri tersebut akan dibuka lebih luas untuk masyarakat, pelajar hingga kalangan akademisi," katanya.
Selain menjadi ruang edukasi, galeri itu diproyeksikan sebagai titik awal bagi pengunjung sebelum menuju kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Di dalamnya akan disajikan replika serta informasi ilmiah mengenai bentang alam karst dan temuan arkeologi yang terdapat di kawasan tersebut.
"Ke depan kami berharap Galeri Budaya atau Galeri Arkeologi Kutai Timur ini menjadi wadah pendidikan bagi sekolah-sekolah, perguruan tinggi, sekaligus pusat penelitian dan pusat informasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Jadi sebelum ke lokasi sebenarnya, masyarakat maupun peneliti bisa mendapatkan gambaran lengkap terlebih dahulu di sini," pungkas Ilham.


