Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menunjukkan potensi industri pengolahan hasil laut.
Tak hanya menghadirkan pasar ikan murah, berbagai produk ikan premium dalam kemasan juga akan diperkenalkan kepada tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
Dinas Perikanan (Diskan) Berau menilai kehadiran ribuan peserta Harganas menjadi kesempatan strategis memperluas promosi produk perikanan lokal agar semakin dikenal di tingkat provinsi.
Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah produk olahan ikan berkualitas yang akan dipamerkan sekaligus dikenalkan kepada para peserta kegiatan.
Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan SMK Negeri 3 Tanjung Batu sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi sektor perikanan.
“Momentum Harganas ini bukan hanya tentang kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan memperlihatkan bahwa Berau memiliki produk olahan perikanan yang berkualitas dan layak menjadi oleh-oleh maupun produk unggulan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tujuh varian produk yang disiapkan, mulai dari tuna suwir, tuna mercon, balelo, kerang dara hingga berbagai olahan ikan lainnya yang dikemas secara modern dalam bentuk kaleng.
Dalam satu kali proses produksi, sekitar 200 hingga 250 kaleng dapat dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan promosi selama kegiatan berlangsung.
Menurut Budiono, produk premium tersebut memang diprioritaskan bagi tamu Harganas yang datang dari berbagai daerah sebagai bentuk promosi sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Sementara masyarakat Berau tetap dapat memperoleh produk olahan dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain promosi produk olahan, Diskan juga akan menggelar Gerakan Pasar Ikan Murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan konsumsi ikan.
Sekitar enam hingga sembilan ton ikan segar ditargetkan tersedia selama pelaksanaan kegiatan.
Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Diskan akan melibatkan pemilik kapal perikanan secara langsung, sehingga distribusi ikan tidak melalui banyak perantara.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan ikan segar dengan harga yang tetap stabil. Karena itu pasokannya diupayakan langsung dari nelayan atau pemilik kapal sehingga biaya distribusi bisa ditekan,” jelasnya.
Budiono berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar memenuhi kebutuhan selama Harganas berlangsung.
Menurutnya, promosi produk olahan dan peningkatan konsumsi ikan dapat menjadi pintu masuk bagi berkembangnya industri pengolahan hasil perikanan di Berau sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal. (Adv)



