Budidaya Rumput Laut Perlu Masuk Prioritas Pembangunan Kawasan Perbatasan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M (Foto : Istimewa)
Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Budidaya Rumput Laut Perlu Masuk Prioritas Pembangunan Kawasan Perbatasan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M (Foto : Istimewa)
Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Budidaya Rumput Laut Perlu Masuk Prioritas Pembangunan Kawasan Perbatasan

Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M (Foto : Istimewa)

NUNUKAN – Sektor kelautan dan perikanan dinilai memiliki peran penting dalam menopang perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan, sehingga pengembangannya perlu mendapat perhatian lebih melalui program yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, S.Pi., M.M saat menyerahkan bantuan sarana budidaya rumput laut kepada Pokdakan Anugerah Jaya di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Jumat (3/7/2026).

Menurut Nasir, budidaya rumput laut selama ini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di Pulau Sebatik.

Dukungan pemerintah, kata dia, tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, tetapi harus disertai upaya memperkuat usaha para pembudidaya agar mampu berkembang dan bersaing.

"Wilayah perbatasan memiliki potensi kelautan yang besar. Karena itu, sektor ini harus mendapat perhatian serius, sebab bukan hanya menjadi mata pencaharian masyarakat, tetapi juga ikut menopang perekonomian daerah," ujarnya.

Ia menegaskan, kebutuhan pembudidaya rumput laut masih cukup banyak, mulai dari sarana produksi, peningkatan kualitas bibit, penguatan kelembagaan kelompok hingga pemasaran hasil panen.

"Bantuan ini tentu belum menjadi akhir. Saya akan terus mengawal berbagai kebutuhan masyarakat pembudidaya rumput laut, baik terkait sarana produksi, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kualitas bibit hingga akses pemasaran hasil panen. Harapan kita, petani rumput laut di Sebatik semakin maju, mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi," katanya.

Nasir menilai keberhasilan budidaya rumput laut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pembudidaya, tetapi juga oleh keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap sektor tersebut.

"Kalau sektor ini terus diperkuat, saya yakin kesejahteraan masyarakat pesisir akan ikut meningkat. Rumput laut memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga keberlanjutannya dan memastikan para pembudidaya mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," tuturnya. (Adv)