Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan menyatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel debu yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Balikpapan masih belum diterima.
Sampel tersebut saat ini masih dalam proses pengujian di Laboratorium Sucofindo Jakarta untuk mengetahui kandungan material dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati mengatakan, hingga kini belum ada laporan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan debu tersebut. Posko pemeriksaan kesehatan yang dibuka Dinkes juga tidak menerima warga yang datang untuk memeriksakan diri.
"Intinya kita buka posko untuk pemeriksaan kesehatan, enggak ada juga tuh yang datang. Enggak ada yang melapor juga," kata Alwiati, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, pemantauan Dinkes juga tidak menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) maupun penyakit pernapasan lain yang umumnya dipicu oleh paparan debu, seperti asma.
"Angka kejadian ISPA juga tidak signifikan. ISPA itu kan infeksi saluran pernapasan atas, atau penyakit asma yang diakibatkan oleh debu, juga tidak ada. Mudah-mudahan debu itu tidak menimbulkan penyakit yang lain," ujarnya.
Meski demikian, Alwiati menegaskan pihaknya tetap menunggu hasil resmi pengujian laboratorium sebagai dasar memastikan kandungan debu tersebut.
Sebelumnya, sebaran debu berwarna kecoklatan dan bertekstur halus muncul bersamaan dengan hujan pada Selasa (23/6/2026).
Debu tersebut diduga berasal dari Kilang Pertamina yang saat itu tengah menjalani tahapan pengoperasian awal atau test commissioning proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru.
Atas kejadian tersebut, Dinkes Balikpapan telah meminta Pertamina untuk memperbaiki mekanisme pelaksanaan kegiatan serupa agar tidak kembali menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Saya sudah menegur juga Pertamina supaya kalau akan melakukan test commissioning, dikoordinasikan dulu, dilakukan SOP secara baik, kemudian disosialisasikan dulu kepada masyarakat sebelum dilaksanakan test commissioning," tegas Alwiati.
Saat ditanya mengenai kondisi debu tersebut berdasarkan pemantauan sementara, Alwiati menyebut sejauh ini tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada dampak kesehatan.
"Iya," jawabnya singkat ketika ditanya apakah debu tersebut aman, sembari menegaskan hasil laboratorium tetap menjadi acuan akhir untuk memastikan kandungan materialnya.


