Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Gencarnya sosialisasi mengenai bahaya judi online belum sepenuhnya mampu menekan praktik perjudian digital di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Berau menilai persoalan utama bukan lagi minimnya informasi, melainkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi aktivitas yang merugikan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan edukasi mengenai dampak judi online terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk menggandeng tokoh agama dan memanfaatkan forum-forum kemasyarakatan. Namun, masih banyak warga yang tergoda dengan iming-iming keuntungan instan.
Menurutnya, pola pikir ingin memperoleh uang secara cepat justru menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pengelola situs judi online. Padahal, sistem permainan telah dirancang agar lebih banyak menguntungkan penyelenggara dibandingkan para pemain.
“Selama ini kami terus mengingatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk forum keagamaan. Tantangan terbesar yang kami hadapi adalah membangun kesadaran masyarakat agar memahami bahwa mereka sedang dijebak oleh sistem yang menjanjikan keuntungan semu,” ujar Didi.
Ia menegaskan tidak ada cara instan untuk meraih kesejahteraan. Sesekali pemain mungkin memperoleh kemenangan, tetapi dalam jangka panjang peluang mengalami kerugian jauh lebih besar karena mekanisme permainan sepenuhnya dikendalikan oleh penyelenggara.
Selain mengedukasi masyarakat, Diskominfo Berau juga mengajak warga ikut berperan aktif menekan penyebaran konten judi online.
Masyarakat diminta tidak hanya menghindari aktivitas tersebut, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan situs maupun akun yang mempromosikan perjudian daring.
“Laporan masyarakat sangat membantu proses penanganan. Jika menemukan konten atau situs judi online, segera laporkan melalui layanan resmi agar dapat diteruskan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Diskominfo Berau berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak praktik judi online, sehingga dampak sosial maupun kerugian ekonomi yang ditimbulkan dapat terus ditekan. (Adv)



