DPRD Kutim Minta TPID Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Dimulai Tahun Ajaran Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kutim Minta TPID Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Dimulai Tahun Ajaran Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DPRD Kutim Minta TPID Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Dimulai Tahun Ajaran Baru

Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang dimulainya tahun ajaran baru menjadi perhatian DPRD Kutai Timur (Kutim).

Ketua DPRD Kutim, Jimmi meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat pengawasan terhadap stok dan distribusi kebutuhan pokok guna mencegah gejolak harga di pasaran.

Menurut Jimmi, aktivitas ekonomi masyarakat biasanya meningkat saat memasuki masa sekolah. Kondisi tersebut berpotensi mendorong permintaan sejumlah komoditas, sehingga perlu diantisipasi agar tidak memicu inflasi.

"Minggu depan anak-anak kita sudah mulai aktif sekolah kembali. Berkaca dari tren tahunan, momentum ini selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Jika pasokan di pasar tidak siap, harga komoditas strategis dipastikan bakal ikut melonjak," katanya.

Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan bahan pokok tetap mencukupi, terutama untuk komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat seperti minyak goreng, daging ayam, tomat, mentimun dan berbagai jenis ikan.

Selain faktor meningkatnya permintaan, Jimmi juga menyoroti pengaruh cuaca terhadap pasokan pangan. Sebab, fenomena angin selatan yang terjadi di perairan Kutim berpotensi mengurangi aktivitas nelayan sehingga hasil tangkapan ikan laut menurun.

Berkurangnya pasokan ikan laut, lanjut dia, dapat menyebabkan pergeseran konsumsi masyarakat ke ikan air tawar. Jika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, maka harga ikan air tawar juga berpotensi mengalami kenaikan.

"Cuaca buruk akibat angin selatan ini jelas membatasi ruang gerak nelayan untuk melaut," ujarnya. Jimmi menekankan pengendalian inflasi seharusnya dilakukan sebelum terjadi lonjakan harga. 

Ia meminta TPID terus memantau perkembangan harga di pasar, memastikan distribusi bahan pangan tidak mengalami hambatan, serta menjaga ketersediaan stok agar stabilitas harga tetap terjaga menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.