Banner ADV

Saeful Rizal Tekankan MPLS Harus Bebas Perundungan, Sekolah Diminta Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekertaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekertaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Saeful Rizal Tekankan MPLS Harus Bebas Perundungan, Sekolah Diminta Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekertaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Sekertaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Saeful Rizal Tekankan MPLS Harus Bebas Perundungan, Sekolah Diminta Bangun Karakter Sejak Hari Pertama

Sekertaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru diharapkan tidak lagi dipandang sebatas agenda memperkenalkan fasilitas dan tata tertib sekolah. 

DPRD Kota Bontang menekankan, kegiatan tersebut harus menjadi ruang aman untuk membangun karakter sekaligus memastikan tidak ada praktik perundungan terhadap peserta didik baru.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, mengatakan seluruh sekolah perlu menjadikan MPLS sebagai momen menciptakan kesan pertama yang positif bagi siswa. Menurutnya, setiap anak berhak mengikuti proses adaptasi di lingkungan sekolah tanpa rasa takut maupun tekanan.

"Jangan sampai MPLS justru menimbulkan ketakutan. Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang menyenangkan agar anak-anak merasa diterima dan percaya diri memasuki lingkungan sekolah yang baru," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ia menilai konsep MPLS yang telah disusun pemerintah sudah memberikan arah yang jelas. Namun, keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada implementasi di setiap sekolah agar mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Selain memperkenalkan lingkungan belajar, Saeful mendorong sekolah mengisi rangkaian MPLS dengan kegiatan yang mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta sikap saling menghormati sejak hari pertama.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari terciptanya iklim sekolah yang sehat. Hubungan harmonis antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas.

Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan budaya menghargai perbedaan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, peserta didik baru dapat beradaptasi lebih cepat sekaligus memahami pentingnya menciptakan suasana belajar yang inklusif dan saling menghormati.

"Sejak hari pertama, anak-anak harus dibiasakan untuk saling menghormati, menghargai teman, dan membangun kebiasaan yang baik. Itu yang perlu ditanamkan melalui MPLS," katanya.

Saeful berharap seluruh sekolah meninggalkan pola-pola lama yang identik dengan perpeloncoan. (Adv)