Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Setelah pedagang di Pasar Klandasan mengungkapkan harga beras sempat naik sejak Mei dan kini mulai stabil, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan ketersediaan beras di daerah tetap aman hingga akhir 2026.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan hasil koordinasi dengan distributor dan Perum Bulog menunjukkan stok beras, khususnya beras premium, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2026.
"Untuk ketersediaan stok di Balikpapan cukup aman. Saya sudah berkomunikasi dengan para distributor, kemudian Bulog juga menjamin stok beras aman sampai Desember," kata Haemusri, Rabu (8/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat menyusul kenaikan harga beras yang sebelumnya diakui sejumlah pedagang di Pasar Klandasan.
Meski demikian, menurut Haemusri, kenaikan harga tidak disebabkan oleh berkurangnya stok, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor pada rantai pasok.
"Harga beras naik sekitar 20 persen. Penyebab utamanya karena harga gabah naik, ditambah biaya logistik dan produksi yang ikut meningkat sehingga memengaruhi harga jual," ujarnya.
Penjelasan itu sejalan dengan keterangan pedagang di Pasar Klandasan. Pemilik Toko Hari Jaya, Marsudi, sebelumnya menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak Mei 2026 dan lebih banyak dipengaruhi meningkatnya biaya distribusi dibanding harga beras itu sendiri.
Sementara pedagang di Kios Pasar Klandasan, Jimi mengaku harga beras saat ini sudah relatif stabil. Beras premium dijual berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, sedangkan beras asal Sulawesi sekitar Rp17.000 per kilogram. Ia juga menyebut tidak ada kenaikan harga baru dalam beberapa waktu terakhir.
Meski harga mengalami penyesuaian, Haemusri mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan beras dipastikan tetap mencukupi.
Disdag Balikpapan, lanjutnya, terus memantau perkembangan harga dan distribusi bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi gejolak harga di pasaran.


