Intervensi Redam Kenaikan Harga Beras di Kaltimra, Bulog Sudah Salurkan 95 Persen Bantuan Pangan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi Beras. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi Beras. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Intervensi Redam Kenaikan Harga Beras di Kaltimra, Bulog Sudah Salurkan 95 Persen Bantuan Pangan Pemerintah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi Beras. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi Beras. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Intervensi Redam Kenaikan Harga Beras di Kaltimra, Bulog Sudah Salurkan 95 Persen Bantuan Pangan Pemerintah 

Ilustrasi Beras. (Foto: Achmad/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan 

BALIKPAPAN - Di tengah kenaikan harga beras yang masih terjadi di pasaran, Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) telah menyalurkan sekitar 95 persen bantuan pangan pemerintah untuk alokasi Februari dan Maret 2026. 

Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga pangan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan stok beras hingga akhir 2026 dalam kondisi aman meski harga beras mengalami kenaikan sekitar 20 persen akibat meningkatnya harga gabah, biaya logistik, dan biaya produksi. 

Sejumlah pedagang di Pasar Klandasan juga mengaku harga beras kini mulai stabil setelah sempat mengalami kenaikan sejak Mei 2026.

Kenaikan harga beras turut tercermin dalam perkembangan inflasi daerah. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Balikpapan, beras menjadi salah satu komoditas penyumbang utama inflasi Kota Balikpapan pada Juni 2026. 

Secara keseluruhan, inflasi tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,80 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan beras masuk dalam kelompok komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan indeks harga konsumen.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kaltimra, Musazdin Said mengatakan bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai program perlindungan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah untuk mengurangi dampak gejolak harga pangan.

"Karena kita mengetahui saat ini terdapat tren kenaikan harga pangan. Bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk mengurangi dampak gejolak harga yang terjadi di masyarakat," kata Said, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, Bulog mendapat arahan dari kantor pusat agar penyaluran bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026 diselesaikan paling lambat 30 Juni 2026.

Untuk wilayah Kaltimra, total target distribusi mencapai sekitar 6.470 ton beras kepada keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan laporan per 29 Juni 2026 pukul 10.00 WITA, sebanyak sekitar 6.155 ton beras telah tersalurkan atau setara 95 persen dari target. Saat itu, tersisa sekitar 321 ton yang masih dalam proses distribusi menuju sejumlah daerah.

Said mengakui, pada tahap akhir penyaluran sempat muncul kendala di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau. 

Kondisi geografis serta proses distribusi di wilayah perbatasan menjadi tantangan dalam mempercepat penyaluran bantuan.

Namun, perkembangan terakhir menunjukkan distribusi di kedua kabupaten tersebut telah berhasil diselesaikan sehingga penyaluran bantuan pangan di wilayah Kaltimra kini hampir seluruhnya rampung.

"Kami optimistis seluruh target penyaluran dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah," pungkasnya.