Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Persoalan sampah di Pulau Maratua tidak semata-mata disebabkan belum beroperasinya fasilitas pengolahan sampah. Di balik itu, keterbatasan jumlah tenaga kebersihan menjadi tantangan utama yang membuat pengelolaan sampah di destinasi wisata andalan Kabupaten Berau tersebut belum dapat berjalan optimal.
Dengan wilayah yang mencakup empat kampung, pelayanan kebersihan di Pulau Maratua saat ini hanya ditangani 11 petugas lapangan dan satu orang pengawas. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan luas wilayah layanan maupun aktivitas masyarakat dan wisata yang terus meningkat.
Camat Pulau Maratua, Ashari, menjelaskan pemerintah kecamatan telah mengusulkan penambahan 10 petugas kebersihan kepada pemerintah daerah. Penambahan personel dianggap penting agar proses pengangkutan sampah tidak lagi bergantung pada tenaga yang harus bekerja dengan beban ganda setiap harinya.
“Petugas yang ada masih mampu bekerja, tetapi jumlahnya belum ideal. Kami sudah mengusulkan penambahan personel, namun masih terkendala efisiensi anggaran,” ujarnya.
Menurut Ashari, para petugas saat ini tidak hanya bertugas mengumpulkan sampah dari permukiman warga dan kawasan usaha, tetapi juga melakukan pemantauan kebersihan di sejumlah titik pada sore hari. Beban kerja tersebut membuat efektivitas pelayanan belum bisa ditingkatkan secara signifikan.
Di sisi lain, pengelolaan sampah di Maratua masih mengandalkan pemilahan sederhana. Sampah plastik dan sampah anorganik dipisahkan untuk memudahkan penanganan, sementara limbah organik masih ditangani secara terbatas karena dinilai lebih mudah terurai secara alami.
“Kami sudah melakukan pemilahan antara sampah plastik dan anorganik. Untuk sampah organik, sementara masih ditangani secara sederhana karena lebih cepat terurai dan dapat menjadi unsur penyubur tanah,” jelasnya.
Ashari menambahkan, pengangkutan sampah dilakukan satu kali setiap pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Karena itu masyarakat diminta menempatkan sampah di titik pengumpulan sebelum jadwal tersebut agar proses pengangkutan berjalan lebih efisien.
Ia berharap kesadaran masyarakat tetap terjaga sembari menunggu adanya penambahan tenaga kebersihan maupun pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang direncanakan dapat difungsikan pada tahun depan.
Dengan dukungan sumber daya yang memadai, pemerintah kecamatan optimistis pelayanan kebersihan di Pulau Maratua dapat meningkat dan mendukung citra kawasan wisata unggulan Berau tetap bersih serta nyaman bagi wisatawan. (Adv)



