Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Tanoto Foundation menilai peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada jenjang sekolah, melainkan harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan melalui pemenuhan gizi dan stimulasi sejak usia dini.
Regional Lead Tanoto Foundation Wilayah Kalimantan, Rosalina Ping Juan mengatakan investasi pendidikan pada masa awal kehidupan menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang siap belajar dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, Tanoto Foundation memandang pendidikan sebagai proses yang dimulai jauh sebelum anak memasuki bangku sekolah.
"Kalau di Tanoto Foundation, kami justru concern sebelum anak itu lahir. Bagaimana nutrisi saat ibu hamil, kemudian bagaimana stimulasi anak setelah lahir. Yang bisa membuat perbedaan adalah bagaimana kita mempersiapkan seorang anak untuk belajar sejak usia paling dini," ucap Ping sapaannya, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, dari sisi sistem pendidikan, Indonesia masih terus berkembang. Karena itu, berbagai pihak perlu berkontribusi untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk keluarga.
Ia menilai arah kurikulum saat ini sudah mendorong interaksi yang lebih baik antara guru dan peserta didik, sejalan dengan konsep partisipasi semesta dalam dunia pendidikan.
"Peran guru, murid, dan orang tua sama-sama penting. Pembentukan karakter anak juga dimulai dari rumah, tidak hanya di sekolah," katanya.
Selain itu, Ping menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) merupakan kenyataan yang harus dihadapi dunia pendidikan.
Menurutnya, AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperluas pengetahuan, bukan menggantikan proses belajar.
"Digitalisasi dan AI itu menjadi tools untuk membantu kita menjadi lebih baik. Kita juga tidak boleh tertinggal dengan perkembangan zaman, tetapi harus tetap ada pendampingan dalam penggunaannya," tuturnya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak bisa memilih siap atau tidak menghadapi era digital karena perubahan tersebut sudah berlangsung. Yang diperlukan adalah kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
"AI jangan menjadi sesuatu yang utama, tetapi menjadi bantuan untuk memperluas knowledge kita. Yang penting digunakan untuk hal-hal positif, terutama di dunia pendidikan," tuturnya.
Ia berharap pendidikan di Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan pembentukan karakter peserta didik sejak usia dini.
Menurutnya, sistem pendidikan juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
"Harapannya pendidikan kita bisa lebih maju, lebih baik, mengikuti perkembangan zaman, dan sesuai dengan kebutuhan anak didik kita sekarang. Tentu saja juga bisa mendukung dunia industri ke depannya," pungkasnya.


