Banner ADV

Diskoperindag Berau Siapkan Sabun Minyak Kelapa sebagai Produk Unggulan UMKM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Siapkan Sabun Minyak Kelapa sebagai Produk Unggulan UMKM

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Siapkan Sabun Minyak Kelapa sebagai Produk Unggulan UMKM

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal. 

Salah satu yang kini dinilai memiliki prospek besar adalah sabun berbahan dasar minyak kelapa.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan komoditas kelapa yang melimpah di Berau seharusnya tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, pengolahan menjadi produk turunan akan memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Ia menilai sabun berbahan dasar minyak kelapa memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari daerah lain. Karena itu, pengembangannya akan terus didorong agar mampu menjadi salah satu produk unggulan UMKM Berau.

“Potensi kelapa di Berau sangat besar. Kami ingin hasilnya tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya sabun berbahan dasar minyak kelapa,” ujarnya.

Eva menjelaskan, Diskoperindag akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas produksi, inovasi produk, desain kemasan, pengurusan legalitas, hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.

Menurutnya, kualitas produk saja tidak cukup. Pelaku usaha juga harus didukung agar memiliki identitas merek yang kuat serta mampu memenuhi standar pasar modern.

Selain dipasarkan kepada masyarakat umum, produk sabun minyak kelapa juga dinilai memiliki peluang besar masuk ke sektor pariwisata. Hotel, penginapan, hingga resor yang berada di kawasan wisata Berau dapat menjadi pasar potensial bagi produk lokal tersebut.

“Kami ingin produk UMKM Berau tidak hanya dikenal masyarakat lokal, tetapi juga digunakan di hotel, resor, maupun menjadi oleh-oleh khas yang dibawa pulang wisatawan,” katanya.

Eva optimistis, jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan didukung promosi yang tepat, sabun berbahan dasar minyak kelapa dapat berkembang menjadi produk khas Berau yang mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas kelapa yang dihasilkan masyarakat. (Adv)