Banner ADV

DPRD Bontang Nilai Pembinaan Remaja Harus Dibarengi Penyediaan Ruang Kreativitas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Nilai Pembinaan Remaja Harus Dibarengi Penyediaan Ruang Kreativitas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Nilai Pembinaan Remaja Harus Dibarengi Penyediaan Ruang Kreativitas

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Upaya menekan angka kehamilan di kalangan remaja dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi dan imbauan.

DPRD Kota Bontang juga mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk menyediakan lebih banyak ruang bagi remaja dalam menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas.

Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal mengatakan kegiatan positif dapat menjadi salah satu langkah preventif agar remaja tidak terjerumus pada perilaku yang berisiko.

Menurutnya, pemerintah perlu memperluas akses terhadap kegiatan kepemudaan, seperti olahraga, seni, pelatihan keterampilan, hingga aktivitas yang mampu meningkatkan produktivitas generasi muda.

"Remaja membutuhkan wadah untuk berkembang. Jangan hanya diberikan nasihat, tetapi juga difasilitasi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masa depan mereka," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai pembinaan remaja harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun karakter sekaligus memperkuat pengawasan terhadap anak.

Selain itu, Saeful juga menekankan pentingnya edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan secara tepat sesuai usia, sehingga remaja memiliki pemahaman yang baik dalam mengambil keputusan.

Menurutnya, pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.

"Semua pihak harus mengambil peran agar persoalan ini dapat dicegah sejak dini dan tidak terus berulang," pungkasnya. (Adv)