Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Semua Pihak untuk Cegah Kehamilan Remaja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Semua Pihak untuk Cegah Kehamilan Remaja

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

DPRD Bontang Tekankan Peran Semua Pihak untuk Cegah Kehamilan Remaja

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – DPRD Kota Bontang menilai penanganan kasus kehamilan pada usia remaja harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak.

Upaya pencegahan dinilai tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada keluarga atau tenaga kesehatan.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal mengatakan meningkatnya kasus persalinan remaja dalam beberapa waktu terakhir menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pembinaan terhadap generasi muda.

Menurutnya, orang tua, sekolah, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pendampingan dan pendidikan karakter kepada remaja.

"Tentu saja ini menjadi keprihatinan kita bersama. Seluruh elemen masyarakat harus ikut memberikan perhatian, mulai dari anak-anak remaja, orang tua, tokoh masyarakat, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, MUI, kelompok keagamaan, DPRD hingga pemda," ujar Saeful, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai pembinaan karakter harus menjadi prioritas agar remaja memiliki bekal moral yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial.

Menurut Saeful, persoalan kehamilan remaja bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi melalui edukasi, pengawasan, serta penyediaan ruang kegiatan positif bagi remaja sehingga kasus serupa dapat ditekan.

"Kalau kita melihat secara lebih luas, persoalan ini bisa mengancam keberlangsungan bangsa. Suatu saat estafet kepemimpinan negara akan berada di tangan generasi muda. Karena itu, mereka harus dipersiapkan tidak hanya secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang kuat," pungkasnya. (Adv)