Dinas PPKB Samarinda Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas PPKB Samarinda Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dinas PPKB Samarinda Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah

Aktivitas antar jemput anak di SDN 010 Samarinda Kota. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, para ayah di Kota Samarinda diimbau untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. 

Imbauan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (Gamas) yang mulai dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan Gamas merupakan salah satu program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Dijelaskan, gerakan tersebut lahir sebagai respons terhadap tingginya angka fatherless di Indonesia yang mencapai 25,8 persen atau sekitar satu dari empat anak tumbuh tanpa peran ayah yang optimal.

"Momentum hari pertama sekolah ini diharapkan menjadi awal bagi para ayah untuk lebih hadir dalam kehidupan anak," kata Deasy, Kamis (9/7/2026).

Deasy menjelaskan, rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan berpotensi memengaruhi perkembangan anak. Berdasarkan berbagai hasil survei nasional, anak yang minim pendampingan ayah lebih rentan mengalami persoalan akademik, kesehatan mental, hingga perilaku berisiko.

"Anak yang tumbuh tanpa peran ayah cenderung lebih rentan mengalami masalah emosi, kenakalan remaja, bahkan penyalahgunaan narkoba. Karena itu kehadiran ayah sangat penting," katanya.

Menurutnya, kehadiran ayah tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga keterlibatan aktif dalam mendampingi anak, termasuk membangun komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi selama masa pertumbuhan.

Ia menilai, perjalanan menuju sekolah dapat menjadi ruang bagi ayah dan anak untuk saling berbincang, sehingga anak lebih terbuka menyampaikan persoalan yang mungkin sulit diungkapkan di rumah.

Meski demikian, ia menegaskan Gamas bersifat imbauan dan tidak disertai sanksi bagi orang tua yang tidak dapat mengantar anak.

Untuk mendukung pelaksanaannya, DPPKB Samarinda telah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Agama, serta berbagai organisasi pendidikan agar ikut menyosialisasikan program tersebut menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Selain Gamas, pemerintah juga terus menggalakkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) yang telah lebih dulu berjalan. Kedua program tersebut kini telah diperkuat melalui surat edaran mulai dari Kemendukbangga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Wali Kota Samarinda.

"Mudah-mudahan langkah kecil ini bisa berdampak besar bagi tumbuh kembang mereka," pungkasnya.