Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Destinasi wisata alam Puncak Rejeki di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay, mulai menunjukkan geliat sejak resmi dibuka pada 30 Januari 2026.
Meski belum banyak dikenal masyarakat luas, objek wisata yang menawarkan panorama bentang alam karst Sangkulirang-Mangkalihat itu perlahan mulai menarik minat wisatawan lokal.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Panaan, Aril, mengungkapkan hingga awal dibuka jumlah pengunjung yang tercatat mencapai hampir 40 orang. Seluruh wisatawan yang datang didata oleh pengelola sebagai bahan evaluasi sekaligus pemantauan perkembangan destinasi tersebut.
Menurutnya, mayoritas pengunjung berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau. Mereka datang untuk menikmati pemandangan dari ketinggian sekitar 420 meter di atas permukaan laut yang kerap diselimuti kabut tipis, sehingga menghadirkan suasana yang dikenal sebagai “negeri di atas awan”.
Namun, di balik potensi alam yang dimiliki, pengelola masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Salah satu yang paling dirasakan adalah belum tersedianya fasilitas penunjang bagi wisatawan, seperti rumah singgah atau tempat beristirahat.
Selain itu, akses komunikasi juga menjadi tantangan. Aril menjelaskan jaringan data di Kampung Panaan masih belum stabil, bahkan layanan operator XL yang sebelumnya dapat digunakan kini sudah tidak tersedia.
“Kondisi ini cukup menghambat kenyamanan wisatawan maupun promosi destinasi melalui media digital,” ucapnya.
Meski demikian, pihak Pokdarwis tetap optimistis Puncak Rejeki memiliki prospek besar sebagai salah satu tujuan wisata alam baru di Kabupaten Berau. Dukungan pembangunan fasilitas dasar serta peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi dinilai menjadi kebutuhan utama agar kunjungan wisatawan dapat terus meningkat dan memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat Kampung Panaan. (Adv)



