Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Berau mulai melakukan penyesuaian layanan pemeriksaan kesehatan.
Sejumlah tarif tes diusulkan mengalami perubahan seiring adanya penggunaan metode dan teknologi baru yang dinilai lebih efektif.
Kepala Labkesda Berau, Lucky Kushardono mengatakan perubahan tarif tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan hanya pada beberapa jenis pemeriksaan yang mengalami peningkatan kualitas layanan maupun penambahan jenis tes baru.
Salah satu layanan yang mengalami penyesuaian adalah pemeriksaan mikrobiologi makanan. Sebelumnya, proses pemeriksaan membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan metode konvensional.
Kini, Labkesda mulai mengusulkan penggunaan metode VITEK yang mampu mempercepat proses identifikasi bakteri. “Dengan metode VITEK, hasil pemeriksaan bisa diketahui dalam waktu satu hari. Sebab ada perubahan metode dan penggunaan alat, maka tarifnya kami usulkan disesuaikan menjadi Rp175 ribu,” jelas Lucky.
Labkesda juga mengusulkan penambahan jenis pemeriksaan mikroalbumin dalam layanan kimia klinik darah. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mendukung rencana kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Menurut Lucky, pemeriksaan mikroalbumin berkaitan dengan deteksi gangguan fungsi ginjal yang menjadi salah satu pemeriksaan pendukung dalam pengelolaan penyakit kronis.
“Pemeriksaan ini sebelumnya belum masuk dalam daftar layanan kami. Karena nantinya akan mendukung program Prolanis bersama BPJS, maka perlu ditambahkan,” ujarnya.
Labkesda Berau juga tengah memperkuat layanan pemeriksaan kesehatan untuk mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk kebutuhan pemeriksaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu pemeriksaan mikrobiologi untuk tes kolera maupun kusta yang sebelumnya masih harus dikirim ke Labkesda Kaltim.
“Dengan adanya layanan ini, harapannya pemeriksaan bisa dilakukan lebih dekat tanpa harus mengirim sampel keluar daerah sehingga prosesnya lebih cepat,” katanya.
Sementara untuk layanan Medical Check Up (MCU), khususnya pemeriksaan kesehatan rohani atau kejiwaan, Lucky menyebut tidak ada perubahan tarif. Penyesuaian hanya dilakukan pada nomenklatur layanan agar sesuai dengan istilah pemeriksaan yang digunakan saat ini.
“Namanya akan disesuaikan menjadi tes kesehatan rohani atau kejiwaan atau MMPI, tetapi tarifnya masih tetap sama,” pungkasnya.


