Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan meminta masyarakat pesisir dan para nelayan di wilayah perairan Kalimantan Timur (Kaltim) untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ini menyusul adanya prediksi peningkatan tinggi gelombang yang masuk dalam kategori sedang hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Ketua Tim Data dan InformasiI BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin mengungkapkan, ketinggian gelombang diperkirakan berkisar 1,25 hingga 2 meter.
Kondisi ini diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 12 atau 13 Juli. Menurut Huda, fenomena ini dipicu oleh pola pergerakan angin Monsun Australia yang saat ini sedang dominan berembus dari arah Tenggara ke Barat Laut.
Selain itu, kondisi tersebut diperkuat oleh adanya Siklon Tropis Bavi yang tengah berkembang di wilayah perairan Laut Filipina Utara.
"Akibatnya, terjadi percepatan angin di sekitar perairan Kalimantan, termasuk Selat Makassar, perairan Balikpapan, Penajam, dan sekitarnya. Gesekan antara angin kencang dan permukaan laut inilah yang memicu timbulnya gelombang yang cukup signifikan," ucap Huda saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Meski puncak gelombang tinggi diperkirakan sudah terlewati, BMKG tetap mengeluarkan imbauan tegas demi keselamatan masyarakat, khususnya bagi para nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil.
Masyarakat yang beraktivitas di laut diminta untuk sangat berhati-hati apabila kecepatan angin sudah berada di atas 30 km/jam dengan tinggi gelombang signifikan melebihi 1,25 meter. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Pihak BMKG memperkirakan situasi perairan akan berangsur mereda setelah Siklon Tropis Bavi bergerak mendekati daratan Cina dan melemah. Namun, hingga beberapa hari ke depan, warga pesisir tetap diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca secara berkala.


