Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kaltim tepat sasaran.
Menurutnya, kebijakan subsidi energi dari pemerintah pusat harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak, bukan dimanfaatkan oleh pelaku usaha berskala besar.
Ia menekankan pentingnya pengawasan bersama terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan industri, pertambangan, perkebunan maupun angkutan kontainer.
"Terkait BBM bersubsidi, kami menekankan pentingnya pengawasan bersama agar tidak digunakan untuk kegiatan industri, pertambangan, perkebunan maupun angkutan kontainer," tegasnya.
Ia mengatakan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, petani, nelayan dan pelaku UMKM yang bergantung pada kendaraan operasional skala kecil.
Kata dia, apabila pelaku usaha besar masih memanfaatkan BBM bersubsidi, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.
"Salah satu penyebabnya muncul antrean panjang di stasiun pengisian BBM. Kondisi begini biasa mempercepat habisnya stok BBM subsidi sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan menjadi pihak yang paling dirugikan," tuturnya.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus besar penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kaltim. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa potensi pelanggaran tetap ada sehingga pengawasan di lapangan harus terus diperkuat untuk memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.


