Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Buniyamin
TANA PASER - Wakil Bupati (Wabup) Paser, Ikhwan Antasari membuka Rapat Kerja (Raker) perdana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Adat Paser (LAP) di masa kepemimpinan Aji Sabri.
Raker DPP LAP berlangsung di Gedung Pertemuan Kuta Manuk Riung, Kilometer (KM) 8, Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Sabtu (11/7/2026).
Ikhwan mengaku sebagai mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, DPP LAP sudah seharusnya merumuskan Program Kerja (Proker) yang sejalan dengan program-program pemerintah. “Terutama dalam mendukung perwujudan Visi Misi Paser Tuntas, yakni Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera,” ucapnya.
Kini, Pemkab Paser tengah berupaya menurunkan angka kemiskinan ekstrim dengan fokus utama pada desil satu sampai lima, yang diawali dengan penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Peningkatan kualitas pelayanan meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kebutuhan air bersih, listrik dan jaringan telekomunikasi.
Sebagai organisasi yang memayungi masyarakat pribumi, DPP LAP bergerak dengan berlandaskan asas perikemanusiaan. Dengan tujuan menjaga kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat. “Beberapa masalah sosial juga memerlukan peran aktif DPP LAP dalam penyelesaian masalah,” tutur Ikhwan.
Dengan demikian, Raker DPP LAP kali ini menjadi forum diskusi untuk mengetahui segala hambatan sampai ke akar masalah, sekaligus mencari solusi terbaik melalui kesepakatan bersama.
Aji Sabri mengutarakan fokus LAP kini pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), mempersiapkan generasi muda Paser agar memiliki kompetensi, keterampilan, karakter dan berdaya saing.
“Kami berupaya melahirkan putra-putri Paser yang mampu menjadi pengusaha UMKM, pelaku ekonomi kreatif, tenaga pemandu wisata yang profesional, sekaligus penjaga dan pewaris nilai-nilai kebudayaan daerah,” ujar Sabri.
Apalagi, kata dia, Paser merupakan salah satu penyangga utama Ibukota Nusantara (IKN), sehingga warga setempat mesti ikut terlibat dan berperan dalam proses pembangunan di IKN.
“Keberadaan LAP wajib membuka kesempatan serta memberikan peran nyata bagi masyarakat Paser. Supaya masyarakat setempat tidak sekedar menjadi penonton di tanah warisan leluhur mereka sendiri,” kata Aji Sabri.


