Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sebatik Tengah sejak dini hari, Senin (13/7/2026), memicu banjir di tiga desa.
Tingginya curah hujan yang bertepatan dengan pasang air laut menyebabkan aliran sungai tertahan sehingga meluap dan menggenangi permukiman warga.
Tiga desa yang terdampak banjir yakni Desa Aji Kuning, Desa Sungai Limau, dan Desa Bukit Harapan. Dari ketiga wilayah tersebut, Desa Aji Kuning menjadi lokasi dengan dampak paling besar.
Camat Sebatik Tengah Aris Nur mengatakan banjir terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Aji Kuning yang tidak dapat mengalir secara optimal ke laut karena kondisi air laut sedang pasang.
"Curah hujan yang tinggi sejak dini hari bersamaan dengan air laut pasang menyebabkan debit Sungai Aji Kuning meningkat. Saat puncak banjir pada subuh hari, ketinggian air di sejumlah titik mencapai paha orang dewasa," ujarnya.
Menurut Aris, secara geografis Desa Aji Kuning berada di dataran yang lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya.
Kondisi tersebut menyebabkan seluruh aliran air dari daerah hulu bermuara ke desa tersebut sebelum akhirnya menuju laut.
"Desa Aji Kuning memang berada di wilayah yang lebih rendah. Air dari kawasan hulu seluruhnya mengalir ke sana. Ketika air laut pasang, aliran sungai tertahan sehingga meluap ke permukiman warga," jelasnya.
Ia menuturkan, banjir di Desa Aji Kuning bukan merupakan peristiwa baru. Tapi, intensitas banjir kali ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, kejadian serupa terakhir dengan kondisi yang hampir sama terjadi pada akhir 2019.
"Kalau banjir memang bukan hal baru bagi masyarakat. Tapi, ini merupakan banjir terbesar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum.
Berdasarkan laporan pemerintah desa, kantor desa dan bangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) terdampak genangan serta dipenuhi lumpur sehingga memerlukan pembersihan.
Aris juga mengungkapkan, sejumlah warga mengalami kerugian akibat peralatan elektronik yang terendam air.
Meski sebagian warga telah berupaya mengamankan barang-barang berharga dengan meletakkannya di tempat yang lebih tinggi, ketinggian banjir melampaui perkiraan.
"Ada barang-barang elektronik milik warga yang rusak karena terendam. Sebagian warga sebenarnya sudah mengantisipasi dengan meninggikan barang-barang mereka, tetapi ketinggian air di luar perkiraan," ungkapnya.
Saat ini, kondisi banjir mulai berangsur surut seiring menurunnya debit Sungai Aji Kuning dan berakhirnya pasang air laut. Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah bersama pemerintah desa masih terus melakukan pemantauan di lapangan mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi.
"Beberapa titik sudah mulai surut. Kami bersama pemerintah desa terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi," pungkasnya.


