Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Lebih dari dua dekade mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Novian Prananta kini dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Perjalanan kariernya dimulai dari seorang tenaga honorer hingga menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II).
Novian mengawali pengabdiannya di Kutai Timur pada tahun 2000 sebagai tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Sekitar dua tahun kemudian, ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan melanjutkan tugas di instansi yang sama.
"Jadi saya masuk di Kutim ini dari tahun 2000 sebagai tenaga honorer sampai 2002. Kemudian dilantik menjadi PNS dan langsung bertugas di Dinas PU," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (13/07/2026).
Selama bertugas di Dinas PU, Novian meniti karier dari staf hingga dipercaya mengemban jabatan fungsional sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kariernya kemudian berlanjut ke jabatan struktural sebagai Kepala Seksi Perencanaan pada Bidang Cipta Karya.
Setelah mengabdi cukup lama di Dinas PU, Novian mendapat amanah baru di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) sekitar 2021–2022 sebagai Kepala Bidang Perumahan.
Seiring perubahan nomenklatur organisasi, ia kemudian menjabat Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU).
Awal 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya ketika dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Perkim Kabupaten Kutai Timur.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya sekitar 18 Mei 2026, ia kembali memperoleh kepercayaan sebagai Kepala DPMPTSP Kutai Timur.
Di balik perjalanan karier tersebut, Novian memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur. Pendidikan sarjananya ditempuh di Kota Malang.
Ia juga sempat mengikuti pendidikan di Sydney, Australia, sebelum melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sekitar 2010 yang diselesaikan sembari menjalankan tugas sebagai ASN.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Tanjung Selor, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Samarinda dan SMA Negeri 1 Samarinda.
Meski besar di beberapa daerah, Novian merupakan kelahiran Samarinda pada 11 Februari 1975.
Menurutnya, tantangan terbesar selama menjadi birokrat bukan terletak pada jabatan yang diemban, melainkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
"Memang semuanya perlu penyesuaian. Background saya arsitek, sehingga saat di Dinas PU dan Perkim masih sangat berkaitan dengan pendidikan. Setelah masuk DPMPTSP, justru Magister Manajemen yang lebih relevan," tuturnya.
Ia menilai setiap perpindahan tugas merupakan proses pembelajaran yang memperkaya pengalaman sebagai aparatur sipil negara.
Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai organisasi perangkat daerah, Novian berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong iklim investasi yang semakin kondusif di Kabupaten Kutai Timur.
Saat ini, Novian masih memiliki sekitar sembilan tahun masa pengabdian sebagai ASN sebelum memasuki masa purna tugas pada 2035 sesuai batas usia pensiun pejabat pimpinan tinggi pratama.


