GAMAS! Hari Pertama Sekolah di Balikpapan Jadi Ajang Bapak-bapak Unjuk Gigi Antar Anak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji mengabadikan momen bersama anaknya di ruang kelas sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: Ruslan Haji)
Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji mengabadikan momen bersama anaknya di ruang kelas sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: Ruslan Haji)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

GAMAS! Hari Pertama Sekolah di Balikpapan Jadi Ajang Bapak-bapak Unjuk Gigi Antar Anak

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji mengabadikan momen bersama anaknya di ruang kelas sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: Ruslan Haji)
Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji mengabadikan momen bersama anaknya di ruang kelas sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: Ruslan Haji)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

GAMAS! Hari Pertama Sekolah di Balikpapan Jadi Ajang Bapak-bapak Unjuk Gigi Antar Anak

Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji mengabadikan momen bersama anaknya di ruang kelas sekolah, Senin (13/7/2026). (Foto: Ruslan Haji)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Pemandangan hari pertama masuk sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terasa agak berbeda dari biasanya di Kota Balikpapan, Senin (13/7/2026). 

Kalau biasanya gerbang sekolah didominasi oleh barisan para ibu atau emak-emak, kali ini giliran para ayah yang unjuk gigi ambil peran lewat Gerakan Ayah Mengantar Sekolah (GAMAS).

Aksi para bapak ini bukan tanpa alasan, melainkan bentuk dukungan langsung terhadap Surat Edaran (SE) Walikota Balikpapan yang mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mengantarkan anak mereka di hari pertama sekolah.

Cerita seru datang dari Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dan Jaringan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Djogeh Hermana. Di hari pertama sekolah ini, ia langsung "ngegas" mengantarkan kedua buah hatinya ke dua lokasi berbeda.

Pertama, Djogeh mengantarkan si kecil Kirana ke TK Harapan Bunda di Jalan Sepinggan Pratama. Tak pakai lama, ia langsung meluncur mengantarkan anak keduanya, Nadira, ke SD INTIS School Balikpapan. 

Momen manis ini pun langsung ia abadikan dan dipajang di status WhatsApp miliknya. Sang anak nampak serius belajar di sekolah barunya.

Menurut Djogeh, instansi tempatnya bekerja sangat mendukung gerakan ini. Bahkan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) difasilitasi untuk melakukan presensi khusus tugas luar saat mengantar anak.

"Instansi mengizinkan. Justru kami diarahkan untuk absen pada saat pengantaran anak melalui E-Manuntung sebagai tugas luar. Ternyata mengantar anak itu seru juga, bikin kita tahu prosesnya dan anak-anak malah lebih senang karena biasanya kan ibunya yang antar," ucap Djogeh.

Harapan Djogeh pun sederhana namun mendalam bagi masa depan anak-anaknya. 

"Harapannya ya kelak bisa menjadi orang yang berguna dan tetap selalu ceria," tambahnya.

Pengalaman yang tak kalah berkesan juga dirasakan oleh Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji.

Ia turun tangan langsung mengendarai sepeda motor demi mengantarkan putrinya, Avika Hasna Ruslan, yang kini menduduki bangku kelas 4 di SD Patra Dharma 3.

Ruslan mengaku sempat terkejut dengan respon sang anak yang justru terlihat jauh lebih bersemangat dan ceria saat dibonceng oleh ayahnya menuju sekolah.

"Biasanya 'kan memang mamanya yang urus. Pas ada edaran ini, saya ikut arahan. Ternyata pas di jalan, anak saya spontan cerita kalau dia lebih senang dan lebih semangat diantar ayahnya pagi-pagi," kata Ruslan sembari tertawa haru.

Bagi Ruslan, momen setahun sekali ini menjadi sarana ampuh untuk memangkas jarak dan merekatkan hubungan emosional antara ayah dan anak yang biasanya canggung karena kesibukan kerja.

Uniknya, alih-alih merasa malu atau canggung saat mengantarkan ke sekolah, Ruslan justru memanfaatkan ramahnya sambutan pihak sekolah yang mengizinkan orang tua masuk hingga ke ruang kelas.

"Saya enggak malu sama Ibu Gurunya, malah tadi saya mintain tolong buat fotokan kami berdua di dalam kelas," kenang Ruslan.

Sebagai bentuk kelanjutan dari momen manis ini, Ruslan berencana untuk terus membangun komunikasi yang lebih erat dengan sang anak saat pulang ke rumah nanti. 

"Ya biasanya kita ngobrol pas pulang. Nanya-nanya tadi di sekolah gimana, ada PR atau enggak, biar hubungan tetap erat," pungkasnya.