Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Hari pertama masuk sekolah sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Balikpapan diwarnai dengan gerakan mengantarkan anak ke sekolah oleh para orang tua.
Namun di balik kemeriahan tersebut, Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memberikan atensi dan pesan mendalam khusus bagi anak-anak dari keluarga single parent.
Bagus Susetyo menegaskan bahwa keterbatasan kehadiran figur ayah karena kondisi tertentu tidak boleh menyurutkan semangat belajar sang anak maupun sang ibu yang berjuang sendirian.
Ia pun mewanti-wanti pihak sekolah agar memastikan lingkungan pendidikan tetap inklusif dan adil.
"Ini menjadi tugas pendidik, tugas guru untuk selalu adil, selalu memberikan kesempatan yang sama. Dan juga teman-temannya diharapkan jangan melakukan bullying atau perundungan," tegas Bagus, Senin (13/7/2026).
Ia berharap, tidak adanya salah satu figur orang tua tidak sampai memengaruhi perkembangan karakter maupun kondisi psikologis anak-anak di Balikpapan.
"Kita berharap tidak ada perubahan emosional, tidak ada perubahan karakter dari anak-anak kita meskipun ayahnya sudah tidak ada," tambahnya.
Lebih lanjut, Wawali Balikpapan juga memberikan suntikan semangat kepada para ibu tunggal yang harus memikul beban ganda di momen tahun ajaran baru ini.
Menurutnya, momen ini justru menjadi pembuktian betapa hebatnya perjuangan seorang ibu di mata anak-anaknya.
"Ibunya harus semangat dan anak-anak juga harus bangga, ya, ibunya bekerja sendiri untuk menghidupi anak-anaknya. Dan saya yakin itu menjadi tempat yang terbaik oleh anak-anak untuk menghargai seorang ibu yang single parent," ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebenarnya memberikan kelonggaran penuh bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi figur ayah untuk mengantarkan anak mereka dengan meniadakan apel pagi.
Langkah ini diambil agar bimbingan emosional anak di tahun pertama sekolah bisa semakin kuat lewat kehadiran kedua orang tuanya.
Namun bagi anak yang tidak bisa didampingi secara lengkap, Bagus berpesan agar komunikasi dua arah pascasekolah tetap dijaga dengan kuat di rumah.
"Berikan komunikasi yang baik. Tanyakan apa yang sudah dilakukan di sekolah. Itu bentuk komunikasi untuk bisa, seandainya anak-anak kita punya masalah di sekolah, orang tua bisa menjadi tempat curahan hati seandainya ada kendala," pungkasnya.


