Warga Sakit Harus Ditandu karena tak Bisa Diakses Mobil, Buruknya Akses Jalan di Wa'yagung di Pedalaman Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Warga Wa'Yagung, Krayan Timur yang harus berjuang menandu warga yang sakit untuk dapat ke Puskesmas terdekat. (Foto: Camat Krayan Timur)
Warga Wa'Yagung, Krayan Timur yang harus berjuang menandu warga yang sakit untuk dapat ke Puskesmas terdekat. (Foto: Camat Krayan Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Sakit Harus Ditandu karena tak Bisa Diakses Mobil, Buruknya Akses Jalan di Wa'yagung di Pedalaman Nunukan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Warga Wa'Yagung, Krayan Timur yang harus berjuang menandu warga yang sakit untuk dapat ke Puskesmas terdekat. (Foto: Camat Krayan Timur)
Warga Wa'Yagung, Krayan Timur yang harus berjuang menandu warga yang sakit untuk dapat ke Puskesmas terdekat. (Foto: Camat Krayan Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga Sakit Harus Ditandu karena tak Bisa Diakses Mobil, Buruknya Akses Jalan di Wa'yagung di Pedalaman Nunukan

Warga Wa'Yagung, Krayan Timur yang harus berjuang menandu warga yang sakit untuk dapat ke Puskesmas terdekat. (Foto: Camat Krayan Timur)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Buruknya infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kabupaten Nunukan kembali memakan korban. Di Desa Wa'yagung, Kecamatan Krayan Timur, warga yang jatuh sakit masih harus ditandu menyusuri jalan setapak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau permukiman.

Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan warga menggotong seorang pasien menggunakan tandu dari kawasan persawahan menuju rumahnya. Pemandangan yang seharusnya sudah menjadi bagian dari masa lalu itu justru masih menjadi kenyataan yang dihadapi masyarakat di daerah perbatasan.

Camat Krayan Timur, Marjuni, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kondisi itu bukan disebabkan keterbatasan sarana kesehatan semata, melainkan akibat akses jalan menuju Desa Wa'yagung yang hingga kini masih berupa jalan setapak.

"Jalan menuju Wa'yagung masih berupa jalan setapak. Kalau ada warga sakit, mereka harus ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk," ujarnya.

Ia menjelaskan, kejadian warga ditandu bukanlah insiden pertama. Selama akses jalan belum dapat dilalui kendaraan, masyarakat tidak memiliki pilihan lain ketika harus mengevakuasi pasien yang membutuhkan pertolongan medis.

"Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Persoalan utama di Krayan adalah akses jalan. Ini masalah mendasar yang belum terselesaikan dan terus mengancam keselamatan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit," katanya.

Jarak yang jauh menuju fasilitas kesehatan semakin memperburuk keadaan. Pasien dari Desa Wa'yagung umumnya harus dibawa terlebih dahulu ke Pustu Long Umung sebelum dirujuk ke Puskesmas Long Bawan atau bahkan ke RS Pratama Krayan Barat apabila membutuhkan penanganan lanjutan.

Tidak hanya pelayanan kesehatan yang terdampak. Aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terhambat karena seluruh distribusi kebutuhan pokok masih bergantung pada kendaraan roda dua. Bahkan, sejumlah titik jalan menuju desa masih dipenuhi material longsor yang membuat akses semakin sulit, terutama ketika hujan mengguyur kawasan tersebut.

Menurut Marjuni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan sebenarnya telah membangun sebuah jembatan melalui APBD Tahun Anggaran 2025. Perbaikan jalan juga sempat dilakukan, namun pengerjaannya belum menjangkau Desa Wa'yagung yang selama ini menjadi titik paling terisolasi.

Ia mengakui kondisi jalan di Krayan Selatan dan Krayan Tengah masih lebih parah. Namun, Krayan Timur setidaknya telah memperoleh harapan melalui program pemeliharaan ruas jalan nasional yang saat ini sedang dikerjakan oleh kontraktor.

Sayangnya, pekerjaan tersebut belum menyentuh akses menuju Desa Wa'yagung, padahal ruas itulah yang paling dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan dasar secara layak.

"Warga berharap akses jalan menuju Wa'yagung segera diperbaiki agar dapat berfungsi dengan baik. Selama persoalan akses jalan belum dituntaskan, masyarakat akan terus kesulitan mendapatkan pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan," pungkasnya.