Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau dinilai menjadi peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ini disampaikan Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Hasnawati saat menghadiri peresmian Galeri M@M@Be Tenun Berau.
Hasnawati mengatakan berkembangnya sebuah usaha tidak hanya memberikan manfaat bagi pemiliknya, tetapi juga mampu menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.
Ia berharap usaha yang terus bertumbuh dapat menjadi berkah bagi banyak orang. “Ketika UMKM maju, maka manfaat ekonominya juga akan dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Kabupaten Berau kini telah mencapai sekitar 20 ribu unit usaha.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan data Diskoperindag yang masih berkisar 17 ribu UMKM, karena pendataan terakhir dilakukan pada masa pandemi Covid-19.
Menurutnya, peningkatan jumlah pelaku usaha merupakan perkembangan yang menggembirakan. Tapi tantangan berikutnya adalah mendorong UMKM agar tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga meningkat kualitasnya sehingga mampu naik kelas.
Hasnawati menjelaskan, indikator UMKM naik kelas dapat dilihat dari meningkatnya pendapatan usaha, bertambahnya jumlah tenaga kerja, hingga semakin luasnya jangkauan pemasaran.
Jika dalam beberapa tahun sebuah usaha tidak mengalami peningkatan pada aspek tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan agar mampu berkembang.
“Naik kelas itu bukan hanya usahanya tetap berjalan, tetapi ada peningkatan pendapatan, tenaga kerja bertambah, dan pasarnya semakin luas. Itu yang terus kami dorong,” katanya. (Adv)



