Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi melepas peserta Pelatihan Kompetensi Kukar Siap Kerja 2026.
Sebanyak 305 peserta mengikuti program tersebut sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menekan angka kemiskinan melalui perluasan akses lapangan kerja.
Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendi Irwan Fahriza mengatakan mayoritas peserta berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) desil 1 hingga desil 5.
“Dari total 305 peserta, sekitar 85 persen berasal dari DTSN desil 1 sampai desil 5, yakni kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin, hingga masyarakat berpenghasilan pas-pasan,” ujarnya.
Menurut Dendi, pelatihan tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan dengan meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih mudah memasuki dunia kerja.
“Harapannya pelatihan ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kemiskinan di Kukar melalui akses ketenagakerjaan. Kompetensi mereka kita tingkatkan melalui berbagai jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri,” katanya.
Ia menjelaskan, pelatihan yang diberikan meliputi berbagai bidang, yakni Ahli K3 Umum sebanyak 20 peserta, Desain Grafis 15 peserta, Content Creator 15 peserta, Mekanik Alat Berat 20 peserta, Operator Alat Berat 40 peserta, Rigger 20 peserta, Satpam Gada Pratama 55 peserta, Welder SMAW 3G sebanyak 40 peserta, serta Penjamah Makanan sebanyak 80 peserta.
Dendi menuturkan, pelatihan penjamah makanan merupakan program baru yang mulai dilaksanakan pada tahun ini. Program tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kukar.
Selain pelepasan peserta pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan lima perusahaan. Namun, hanya empat perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut karena satu perusahaan berhalangan hadir.
Perusahaan yang menjalin kerja sama berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perusahaan penyalur tenaga kerja, industri komponen dan suku cadang alat berat, pabrikasi peralatan kelistrikan dan konstruksi, hingga perusahaan penyedia tenaga mekanik alat berat dan pertambangan.
Dendi menambahkan, program Kukar Siap Kerja tidak hanya berfokus pada sektor formal, tetapi juga melibatkan pelaku usaha sektor informal.
Dalam kegiatan tersebut, Distransnaker turut memberdayakan enam Tenaga Kerja Mandiri (TKM) binaan sebagai penyedia konsumsi selama pelaksanaan acara. Lima pelaku usaha berasal dari Tenggarong dan satu lainnya dari Loa Kulu.
Beberapa usaha yang dilibatkan antara lain Kedai Dahlia, Kedai Mimi, Soto Mama Gilang, Mirda Kutai Punya, Dapur Kira, dan Baroka.
“Makan dan minum selama dua hari kegiatan ini seluruhnya didukung oleh TKM binaan kami. Setiap kegiatan yang melibatkan Distransnaker, mereka selalu kami libatkan sebagai bentuk pemberdayaan sektor informal,” jelasnya.
Melalui program Kukar Siap Kerja, lanjut Dendi, pemerintah daerah berkomitmen mendekatkan akses ketenagakerjaan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kukar.


