Tak Ada Siswa Balikpapan dalam 28.478 Murid Sekolah Rakyat Tahun Ini, Ini Penyebabnya!

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ada Siswa Balikpapan dalam 28.478 Murid Sekolah Rakyat Tahun Ini, Ini Penyebabnya!

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tak Ada Siswa Balikpapan dalam 28.478 Murid Sekolah Rakyat Tahun Ini, Ini Penyebabnya!

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menetapkan sebanyak 28.478 murid baru Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. 

Namun, belum ada satu pun peserta didik asal Balikpapan dalam daftar tersebut karena pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Minyak masih menunggu penetapan dan finalisasi lahan.

Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun di Balikpapan Utara itu nantinya akan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin serta anak-anak terlantar atau yang membutuhkan perhatian khusus. 

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan menggunakan sistem jemput bola oleh pemerintah berdasarkan hasil pendataan.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengatakan sekolah tersebut akan mengusung konsep asrama (boarding school) agar pendidikan berjalan beriringan dengan pembinaan karakter dan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak.

"Jadi paling tidak anak-anak itu bukan hanya butuh pembelajaran, tapi butuh pengawasan khusus. Makanya Sekolah Rakyat itu ketika bersekolah dia diasramakan, dia menginap di dalam," ucap Umar, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, sistem asrama akan memberikan sejumlah manfaat, baik bagi peserta didik maupun orang tua. 
Anak-anak dapat memperoleh pengawasan lebih intensif sehingga aktivitas sehari-harinya lebih terarah, sekaligus meminimalkan risiko terjerumus ke pergaulan negatif.

Di sisi lain, orang tua tidak lagi terbebani biaya maupun waktu untuk mengantar dan menjemput anak ke sekolah setiap hari. Selama tinggal di asrama, perkembangan akademik maupun karakter siswa juga dapat dipantau secara berkala.

Meski diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun yang mengalami persoalan sosial, Umar memastikan lulusan Sekolah Rakyat tetap memperoleh ijazah resmi yang disetarakan dengan sekolah formal lainnya.

Untuk lokasi pembangunan, Sekolah Rakyat direncanakan berdiri di kawasan KM 13 Balikpapan Utara, tepatnya di sekitar kawasan Bumi Perkemahan. 

Lahan telah disiapkan, namun realisasinya masih menunggu sinkronisasi dan finalisasi aset oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

"Informasi lanjutan mungkin saja sudah berlanjut di tingkat Pemkot, cuma sejauh mananya kebetulan kecamatan belum dilibatkan. Biasanya paling tidak itu sinkronisasi dan finalisasi asetnya dulu," pungkasnya.