Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Setelah sempat menjalani perawatan di Jakarta, jemaah haji asal Sebatik, Kabupaten Nunukan, Hj Fatimah, akhirnya dipulangkan ke Tarakan, Selasa (14/7/2026).
Meski telah dinyatakan laik terbang oleh tim medis, kondisi fisiknya masih belum memungkinkan untuk duduk, berdiri maupun berjalan, sehingga harus menjalani perjalanan dalam posisi berbaring.
Pemulangan Hj Fatimah menjadi perhatian khusus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) karena dilakukan dengan pendampingan ketat dari Kementerian Agama RI dan tenaga kesehatan demi memastikan keselamatan jemaah hingga tiba di Kaltara.
Ketua Kloter 07 Embarkasi Balikpapan, Haji Sayid Abdullah, mengatakan Hj Fatimah sebelumnya tiba di Jakarta pada Minggu (12/7/2026) untuk menjalani observasi dan pemantauan kesehatan setelah kepulangannya dari Tanah Suci.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, Ibu Hj Fatimah dinyatakan sehat dan laik terbang. Namun, kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk duduk, berdiri ataupun berjalan sehingga selama perjalanan beliau harus tetap dalam posisi berbaring," ujar Sayid kepada pusaranmedia.com.
Selama berada di Jakarta, Hj Fatimah menjalani perawatan dan pengawasan medis di Rumah Sakit Sintala, Tangerang. Tim dokter terus memantau perkembangan kesehatannya sebelum memutuskan bahwa ia dapat melanjutkan perjalanan pulang.
Semula, Hj Fatimah dijadwalkan kembali ke Kaltara pada Senin (13/7/2026). Tapi rencana tersebut tertunda karena seluruh kursi penerbangan telah terisi penuh.
Demi memberikan ruang dan kenyamanan sesuai kebutuhan medis, keberangkatannya dijadwalkan ulang pada Selasa (14/7/2026) menggunakan penerbangan Batik Air kelas bisnis.
"Keputusan ini diambil agar proses pemulangan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan beliau," jelasnya.
Dalam perjalanan menuju Tarakan, Hj Fatimah didampingi dua petugas dari Kementerian Agama RI, yakni seorang petugas haji dan seorang dokter. Keduanya bertugas memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil selama penerbangan.
Setibanya di Kaltara, Hj Fatimah juga akan mendapatkan pendampingan dari Kanwil Kementerian Agama Kaltara, PPIH Kabupaten Nunukan, serta tim medis dari Dinas Kesehatan Nunukan apabila masih memerlukan penanganan lanjutan.
Sayid mengajak masyarakat, khususnya warga Sebatik dan Kabupaten Nunukan, untuk terus mendoakan kesembuhan Hj Fatimah.
"Kami bersyukur karena akhirnya Ibu Hj Fatimah dapat dipulangkan ke Kaltara. Mohon doa seluruh masyarakat agar beliau diberikan kekuatan, segera pulih sepenuhnya dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat," pungkasnya.


