Diskominfo Usul SPMB 2027 Gunakan Aplikasi Berbasis Android dan iOS untuk Cegah Fake GPS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tampilan website SPMB Kota Samarinda tahun ajaran 2026/2027. (Foto: Tangkapan layar)
Tampilan website SPMB Kota Samarinda tahun ajaran 2026/2027. (Foto: Tangkapan layar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskominfo Usul SPMB 2027 Gunakan Aplikasi Berbasis Android dan iOS untuk Cegah Fake GPS

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Tampilan website SPMB Kota Samarinda tahun ajaran 2026/2027. (Foto: Tangkapan layar)
Tampilan website SPMB Kota Samarinda tahun ajaran 2026/2027. (Foto: Tangkapan layar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Diskominfo Usul SPMB 2027 Gunakan Aplikasi Berbasis Android dan iOS untuk Cegah Fake GPS

Tampilan website SPMB Kota Samarinda tahun ajaran 2026/2027. (Foto: Tangkapan layar)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin

SAMARINDA – Evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Samarinda menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk penyempurnaan sistem pada tahun mendatang. 

Meski secara teknis pelaksanaannya tidak terdapat kendala, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tetap mengusulkan penyempurnaan sistem.

Salah satunya adalah usulan penggunaan aplikasi berbasis Android dan iOS guna meminimalkan potensi manipulasi titik koordinat atau fake GPS yang sempat menjadi sorotan masyarakat.

Sekretaris Diskominfo Kota Samarinda, Suparmin mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada tim pengawas melalui Inspektorat sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini.

"Dengan begitu kami bisa mengunci penggunaan fake GPS (alamat palsu) hingga 100 persen," kata Suparmin.

Ia mengaku sebelum sistem SPMB diluncurkan, Diskominfo telah melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan aplikasi berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis).

Pengujian tersebut meliputi kesesuaian alur sistem dengan juknis, uji beban (load test) untuk memastikan server tetap stabil saat diakses secara bersamaan, hingga penetration test guna menguji ketahanan sistem terhadap upaya peretasan.

Sepanjang proses SPMB, ia mengklaim bahwa server tidak pernah mengalami gangguan. Pihaknya juga sudah melakukan audit forensik terhadap server dan seluruh log aktivitas yang telah diserahkan kepada Inspektorat. 

"Hasilnya tidak ditemukan anomali ataupun indikasi adanya pihak ketiga yang mengubah data," bebernya.

Meski demikian, Suparmin mengakui masih terdapat potensi kerentanan yang bukan berasal dari sisi teknis sistem, melainkan dari faktor pengguna (social engineering).

Menurutnya, masih banyak orang tua calon peserta didik yang belum terbiasa menggunakan layanan digital sehingga proses pendaftaran kerap dibantu oleh kerabat atau orang lain. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data yang diinput.

"Namun data yang masuk tetap melalui proses verifikasi berjenjang sehingga seluruh aktivitasnya tercatat dalam sistem," pungkasnya.