Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Kebijakan efisiensi anggaran mulai memengaruhi sejumlah program di Kabupaten Berau, termasuk bantuan sarana penangkapan ikan bagi nelayan.
Meski tetap dilanjutkan pada 2026, jumlah kelompok penerima dipastikan tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Melalui APBD 2026, Dinas Perikanan (Diskan) Berau mengalokasikan bantuan kepada 13 kelompok nelayan yang beraktivitas di kawasan Perairan Umum Daratan (PUD).
Bantuan yang diberikan berupa mesin kapal, perahu fiber, hingga paket alat tangkap yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok untuk mendukung produktivitas mereka.
Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha Diskan Berau, Ika Jayati, mengatakan pengurangan penerima bantuan tidak dapat dihindari karena adanya penyesuaian anggaran.
Namun, ia memastikan kualitas maupun jenis bantuan yang diberikan tetap sama. “Untuk tahun ini ada 13 kelompok. Karena efisiensi anggaran, tahun depan memang ada penurunan,” ujarnya.
Ia mengatakan program tersebut diprioritaskan bagi nelayan yang menggantungkan mata pencaharian di sungai, danau, serta rawa. Sementara nelayan yang beroperasi di wilayah laut belum bisa menerima bantuan fisik dari pemerintah kabupaten karena menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk nelayan laut, kami hanya memfasilitasi pengusulan bantuan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim karena itu menjadi kewenangan provinsi,” jelasnya.
Di sisi lain, Diskan Berau terus mengawal usulan bantuan dari pemerintah provinsi bagi kelompok nelayan pesisir.
Tahun ini, bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim dijadwalkan menyasar kelompok nelayan di Kampung Kasai, sedangkan kelompok nelayan di Tabalar dan Talisayan telah diusulkan untuk memperoleh bantuan pada 2027.
Ika berharap usulan tersebut tetap terealisasi meski kondisi anggaran masih menjadi tantangan.
“Koordinasi terakhir, mereka masih terdaftar. Mudah-mudahan tidak ada lagi pengurangan anggaran di tingkat provinsi sehingga bantuan itu tetap bisa direalisasikan,” pungkasnya. (Adv)



