Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan
SANGATTA – Ancaman krisis air bersih mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) seiring prediksi puncak musim kemarau akibat fenomena El Nino pada Agustus hingga September 2026.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) memetakan sedikitnya tujuh kecamatan yang berpotensi mengalami gangguan pasokan air bersih.
Wilayah yang masuk kategori rawan meliputi Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, Rantau Pulung, Kaliorang, Sandaran, dan Teluk Pandan.
Dari seluruh daerah tersebut, Kaliorang dan Sangkulirang diperkirakan menghadapi dampak paling berat karena ketersediaan air baku terus mengalami penurunan.
Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan mengatakan perusahaan telah menyiapkan langkah mitigasi sejak April 2026 untuk mengurangi risiko terganggunya pelayanan kepada pelanggan. Upaya tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Kutim dan kini mulai dijalankan.
"Supaya penurunan air baku ini tidak memberi dampak luas terhadap pelayanan ke masyarakat, salah satunya adalah mengoptimalkan sarana yang ada, lakukan pengerukan di saluran-saluran dan pengadaan pompa," kata Suparjan, Selasa (14/7/2026).
Selain mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki, Perumdam TTB juga menempuh kerja sama pembelian air curah guna menjaga pasokan di wilayah pesisir yang diperkirakan paling terdampak kemarau.
Kerja sama tersebut dilakukan dengan PT MBS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy untuk menyuplai kebutuhan air bersih di Kecamatan Sangkulirang dan Kaliorang.
"Kami lakukan kerja sama pembelian air curah dengan PT MBS Provinsi di KEK Maloy untuk memenuhi kebutuhan di Kecamatan Sangkulirang dan Kaliorang. MoU sudah ditandatangani dan diharapkan akhir bulan ini airnya sudah bisa running," ujarnya.
Suparjan mengungkapkan kondisi sumber air baku di dua kecamatan tersebut kini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Kapasitas produksi yang pada musim kemarau normal mampu mencapai sekitar 50 liter per detik kini menyusut hingga tersisa sekitar 19–20 liter per detik.
Pasokan yang tersisa sementara diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah ring 1 Kecamatan Kaliorang agar pelayanan dasar tetap berjalan.
Di sisi lain, Perumdam TTB juga menyiapkan dukungan bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.
Tiga titik pengambilan air disiapkan di kawasan Sangatta dan sekitarnya untuk mendukung kebutuhan Satgas Karhutla.
"Kami siapkan tiga titik pengambilan air di Sangatta dan sekitarnya, seperti di Sangatta Selatan, Jalan Pendidikan dekat Damkar, dan di IPA Kudungga untuk men-support Satgas yang menanggulangi kebakaran hutan dan lahan," tutup Suparjan.


