Sapras Belum Siap, MPLS Sekolah Rakyat Palaran Digelar Akhir Juli

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ruang kelas di Sekolah Rakyat Palaran, Kota Samarinda. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda)
Ruang kelas di Sekolah Rakyat Palaran, Kota Samarinda. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sapras Belum Siap, MPLS Sekolah Rakyat Palaran Digelar Akhir Juli

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ruang kelas di Sekolah Rakyat Palaran, Kota Samarinda. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda)
Ruang kelas di Sekolah Rakyat Palaran, Kota Samarinda. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sapras Belum Siap, MPLS Sekolah Rakyat Palaran Digelar Akhir Juli

Ruang kelas di Sekolah Rakyat Palaran, Kota Samarinda. (Foto: Dok. Pemkot Samarinda)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

SAMARINDA - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Palaran, Kota Samarinda dipastikan mundur dari jadwal.

Penundaan dilakukan karena pembangunan sarana dan prasarana (sapras) di lokasi sekolah masih berlangsung, sehingga dinilai belum aman untuk menerima ratusan siswa.

PIC SRT Palaran sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Jaswadi mengatakan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi pertimbangan utama sehingga pembukaan sekolah tidak dipaksakan.

Ia telah melihat kesiapan sarana dan prasarana yang ada. Setelah dievaluasi, persiapan untuk MPLS yang semula dijadwalkan 14 Juli itu belum siap. 

"Kami lebih mementingkan keselamatan dan kesehatan para siswa daripada dipaksakan, karena konstruksi masih berjalan, kendaraan berat masih keluar masuk dan debunya juga luar biasa," jelas Jaswadi.

Hasil evaluasi tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat hingga diputuskan MPLS dilaksanakan pada 31 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi pembangunan yang masih berlangsung dinilai berisiko, terutama bagi siswa jenjang SD yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

Selama masa penundaan, sebanyak 270 calon siswa tetap berada di rumah masing-masing bersama orang tua.

Informasi perubahan jadwal akan disampaikan kepada para siswa melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial.

Menurut Jaswadi, keputusan mengundur jadwal juga sejalan dengan masukan dari Wakil Wali Kota Samarinda agar pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan sebelum seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.

Meski demikian, pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target.

Sementara kesiapan tenaga pendidik dan wali asuh disebut sudah hampir rampung.

Pihaknya telah menggelar rapat bersama kepala sekolah dan memastikan tenaga pendidik siap bertugas saat MPLS dimulai.

Adapun perlengkapan siswa ditargetkan mulai datang sekitar 20 Juli, sehingga seluruh kebutuhan dapat disiapkan sebelum akhir bulan.

"Kementerian PUPR sekarang fokus menyelesaikan asrama. Sesuai timeline yang dipaparkan, tanggal 31 Juli harus sudah siap," pungkasnya.