Pupuk Kaltim Bekali 48 Pelaku UMK Bontang Kuasai AI untuk Tingkatkan Daya Saing

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pupuk Kaltim Bekali 48 Pelaku UMK Bontang Kuasai AI untuk Tingkatkan Daya Saing

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pupuk Kaltim Bekali 48 Pelaku UMK Bontang Kuasai AI untuk Tingkatkan Daya Saing

Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha di era digital.

Dorongan tersebut disampaikan melalui Workshop Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Tahun 2026 bertema "Dapat Cuan Cepat dengan AI Lebih Hebat" yang digelar PT Pupuk Kalimantan Timur (PkT) di Ruang Pirus Hotel Grand Equator, Bontang Utara, Rabu (15/7/2026).

Workshop dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Sekretariat Daerah Kota Bontang, Lukman, yang mewakili Wali Kota Bontang. 

Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Bontang Andi Hasanuddin Akmal, Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro DKUMPP Bontang Muhammad Takwin, Pimpinan Cabang BRI Bontang Ermana S. Irawan, serta 48 pelaku UMK sebagai peserta.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Lukman, pemerintah menilai pemanfaatan AI menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah perubahan pola bisnis yang semakin digital.

Menurutnya, pelaku UMK saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas hingga memperluas jangkauan pemasaran.

"AI bukan untuk menggantikan pelaku usaha, tetapi menjadi alat bantu yang dapat mempercepat proses kerja, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang pasar yang lebih luas," ujar Lukman.

Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan usaha. Untuk itu, pemerintah mendorong pelaku UMK untuk terus meningkatkan kapasitas dan tidak ragu mengadopsi inovasi digital.

Sementara itu, Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah menjelaskan, Workshop GEMA UMK 2026 berlangsung selama dua hari, 15–16 Juli 2026, dengan melibatkan 48 pelaku usaha mikro kecil dari Kota Bontang.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan usaha, mulai dari peningkatan produktivitas, pemasaran digital, hingga penguatan daya saing di pasar.

Pemerintah Kota Bontang berharap kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pelaku UMK untuk terus belajar dan berinovasi. 

Sebab, kemajuan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan kompetensinya.