Banner ADV

Pelaku UMKM Berau Didorong Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pelaku UMKM Berau Didorong Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pelaku UMKM Berau Didorong Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

UMKM di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar semakin berkembang di Kabupaten Berau kini tidak hanya difokuskan pada peningkatan pemasaran dan digitalisasi. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan para pelaku usaha melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menilai kemajuan UMKM harus diimbangi dengan jaminan sosial agar para pelaku usaha memiliki rasa aman dalam menjalankan aktivitas usahanya. 

Perlindungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ketika terjadi risiko kerja maupun musibah yang tidak terduga.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya melalui peningkatan kemampuan berjualan secara digital.

Menurutnya, pelaku usaha juga harus memiliki perlindungan ketenagakerjaan sehingga dapat menjalankan usahanya secara lebih tenang dan berkelanjutan.

“Pelaku UMKM merupakan penggerak ekonomi daerah. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan teknologi sekaligus mendapat perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan agar usaha yang dijalankan tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Eva menjelaskan, digitalisasi menjadi kebutuhan bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk, hingga memberikan nilai tambah terhadap usaha.

Dengan memanfaatkan pemasaran digital, produk lokal Berau diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan bersaing di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Sementara Kepala Bidang UMKM dan Koperasi Diskoperindag Berau, Hasyimdian menambahkan, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menyasar pemilik usaha, tetapi juga pekerja yang terlibat dalam aktivitas UMKM.

Menurutnya, perlindungan tersebut mencakup berbagai manfaat seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) hingga Jaminan Pensiun.

Ia menyebut manfaat program tersebut telah dirasakan langsung oleh salah satu keluarga pelaku UMKM di Berau.

Ahli waris almarhum Rahmat, pemilik UMKM Warung Mustakim yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri, menerima santunan Jaminan Kematian sebesar Rp46 juta.

“Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang bergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar usaha dan keluarganya memiliki perlindungan yang lebih baik,” katanya.

Melalui sinergi antara penguatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi digital dan perlindungan ketenagakerjaan, Diskoperindag Berau optimistis UMKM lokal dapat tumbuh lebih tangguh, produktif, serta mampu menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. (Adv)