Banner ADV

Cegah Kematian Ikan Budidaya, Diskan Berau Siapkan Tim Pemeriksa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tambak Ikan Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Tambak Ikan Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cegah Kematian Ikan Budidaya, Diskan Berau Siapkan Tim Pemeriksa

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tambak Ikan Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Tambak Ikan Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Cegah Kematian Ikan Budidaya, Diskan Berau Siapkan Tim Pemeriksa

Tambak Ikan Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Ancaman penyakit yang menyerang ikan budidaya kerap menjadi masalah bagi para pembudidaya di Kabupaten Berau. 

Tak sedikit kasus kematian ikan terjadi tanpa gejala yang terlihat, sehingga petani ikan baru menyadari adanya masalah saat kerugian sudah terlanjur terjadi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perikanan (Diskan) Berau kini memperkuat layanan deteksi dini penyakit ikan.

Kepala Diskan Berau, Abdul Madjid, mengatakan telah menyiapkan tim beserta peralatan untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan dugaan serangan hama maupun penyakit di lokasi budidaya.

“Kalau ada indikasi ikan terserang hama atau penyakit, pembudidaya cukup melapor ke Dinas Perikanan. Nanti tim kami akan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, petugas akan mengambil sampel ikan dan air dari kolam atau tambak milik pembudidaya.

Sampel tersebut kemudian akan dibawa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium melalui Balai Karantina guna mengetahui penyebab gangguan kesehatan ikan.

Menurut Abdul Madjid, hasil uji laboratorium menjadi acuan utama dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.

Melalui pemeriksaan tersebut dapat diketahui apakah ikan terserang penyakit, terpapar hama atau mengalami gangguan akibat kualitas air maupun faktor lingkungan lainnya.

Setelah seluruh tahapan pengujian selesai, Balai Karantina akan menerbitkan hasil pemeriksaan yang kemudian disampaikan kepada Diskan Berau.

Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pembudidaya agar mereka mengetahui kondisi kesehatan ikan sekaligus memperoleh rekomendasi penanganan yang sesuai.

Selain menindaklanjuti laporan masyarakat, Diskan Berau juga secara rutin melaksanakan pengambilan sampel ikan budidaya sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada pertengahan dan akhir tahun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemantauan kesehatan ikan secara berkala di berbagai sentra budidaya.

Abdul Madjid menegaskan, pemeriksaan laboratorium sangat penting karena sebagian besar penyakit pada ikan tidak dapat dikenali hanya melalui pengamatan visual. 

Dengan deteksi dini, penyebaran penyakit dapat dicegah lebih cepat sehingga risiko kerugian bagi pembudidaya dapat ditekan dan produktivitas sektor perikanan di Berau tetap terjaga. (Adv)