Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberi dampak terhadap permintaan telur di pasaran.
Sejumlah pedagang di Samarinda memperkirakan harga telur masih berpotensi naik seiring meningkatnya kebutuhan untuk program tersebut.
Pemilik Toko Sukri di Jalan Sentosa, Muhammad Sukri, mengatakan kenaikan harga telur saat ini dipicu meningkatnya permintaan dari berbagai daerah, termasuk untuk kebutuhan MBG.
Kondisi itu membuat peternak di Pulau Jawa sebagai pemasok mulai menaikkan harga jual setelah sebelumnya mengalami kerugian.
“Kalau di Jawa biasanya sekitar Rp19 ribu per Kilogram (Kg), sekarang sudah Rp22 ribu per Kg,” jelas Sukri, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, harga telur di tingkat eceran Samarinda saat ini berkisar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per piring. Angka tersebut lebih tinggi dibanding beberapa waktu lalu yang masih berada di bawah Rp45 ribu per piring.
Meski demikian, ia memastikan pasokan telur ke Samarinda masih dalam kondisi aman dan distribusi dari daerah asal tidak mengalami kendala.
“Pasokan aman saja, ongkos transportasi juga tidak masalah,” katanya.
Ia menjelaskan kenaikan harga yang terjadi saat ini bukan semata-mata akibat MBG.
Sebelumnya, harga telur di tingkat peternak sempat berada di bawah biaya produksi sehingga banyak peternak mengalami kerugian.
Sukri memperkirakan tren kenaikan harga masih akan berlanjut seiring bertambahnya kebutuhan telur untuk program MBG yang mulai berjalan di berbagai daerah.
“Ini naik terus. Perkiraan harga tertinggi di peternak bisa sampai Rp27 ribu per Kg dari Jawa. Kalau dihitung dengan ongkos kirim, harga jual di sini bisa lebih tinggi dari Rp45 ribu per piring tadi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat melakukan inspeksi bahan pokok dan barang penting (bapokting) menyebut harga sejumlah komoditas masih relatif stabil.
Namun, ia mengakui telur menjadi salah satu komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan dari program MBG saat tahun ajaran baru dimulai.
“Kalau telur itu permintaannya bisa naik karena dikonsumsi anak-anak sekolah dalam program MBG. Tapi hari ini belum ada kenaikan yang signifikan,” singkat Saefuddin.


