Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA – Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Samarinda menyita perhatian pemerintah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menyoroti kondisi fasilitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai perlu segera dibenahi.
Meski stok BBM dipastikan mencukupi, kendala pada peralatan di lapangan dinilai menjadi salah satu penyebab antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU.
Ia menyebut, hasil pemantauan yang dilakukan pada 15 Juli lalu menunjukkan pasokan BBM di Samarinda dalam kondisi aman.
Namun, beberapa mesin pengisian BBM membutuhkan perbaikan agar proses distribusi kepada masyarakat berjalan lebih lancar.
Menurutnya, kerusakan maupun penurunan kinerja mesin pengisian membuat pelayanan menjadi tidak optimal sehingga antrean kendaraan semakin mengular.
Untuk itu, ia meminta Pertamina segera memberi perhatian lebih dan melakukan perbaikan maupun penggantian peralatan yang sudah tidak layak digunakan.
Lebih lanjut, pemerintah akan terus melakukan pemantauan ke sejumlah SPBU di wilayah Samarinda untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
"Stoknya cukup. Hanya penyalurannya yang harus diperhatikan. Kalau mesin yang bermasalah segera diperbaiki, antrean bisa berkurang," kata Saefuddin.
Selain BBM, kondisi tabung LPG 3 kg juga menjadi perhatian. Pemkot meminta tabung-tabung yang mulai mengalami kerusakan ringan segera dilakukan peremajaan agar tetap aman digunakan masyarakat.
Perbaikan tersebut tidak hanya menyangkut aspek keselamatan, tetapi juga tampilan fisik tabung agar tetap layak digunakan dan mudah dikenali.
"Tabung-tabung yang perlu diperbaiki segera diperbaiki. Kalau catnya masih bagus dan keterangannya jelas tentu lebih baik," pungkasnya.


