Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Badan Usaha Milik Kampung (BUM Kampung) diminta tidak hanya berdiri sebagai pelengkap administrasi pemerintahan desa.
Lebih dari itu, BUM Kampung harus mampu menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha lokal, hingga meningkatkan pendapatan warga.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said saat membuka kegiatan Penguatan Badan Usaha Milik Kampung (BUM Kampung) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau di Ballroom SM Tower, Kamis.
Menurutnya, penguatan kapasitas pengelola BUM Kampung menjadi langkah penting agar setiap unit usaha desa mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, BUM Kampung merupakan instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Untuk itu, pengelola dituntut tidak hanya memahami administrasi usaha, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, mengelola risiko, membangun kemitraan, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas usaha.
“BUM Kampung harus dikelola dengan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, inovasi dan keberlanjutan. Jangan hanya menjadi lembaga administratif, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kampung,” tegasnya.
Said menilai Kabupaten Berau memiliki kekayaan sumber daya yang tersebar hampir di seluruh kampung, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.
Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola melalui BUM Kampung agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Ia juga meminta seluruh kepala kampung memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan BUM Kampung di wilayah masing-masing.
Sinergi antara pemerintah kampung, pengurus BUM Kampung, masyarakat, perguruan tinggi hingga pelaku usaha dinilai menjadi kunci terciptanya ekosistem ekonomi desa yang kuat.
Dalam kegiatan tersebut, DPMK Berau turut menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau sebagai mitra pendamping.
Pendampingan yang diberikan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, manajemen usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran agar usaha milik kampung mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sekda berharap kegiatan penguatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan pengelola BUM Kampung yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan demikian, BUM Kampung dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi desa sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Berau yang maju, berdaya saing dan berkelanjutan.


