Manfaatkan Sinar Matahari Sore Ini, Warga Balikpapan Bisa Koreksi Arah Kiblat Mandiri Pakai Tongkat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi pelaksanaan ibadah salat. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pelaksanaan ibadah salat. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Manfaatkan Sinar Matahari Sore Ini, Warga Balikpapan Bisa Koreksi Arah Kiblat Mandiri Pakai Tongkat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi pelaksanaan ibadah salat. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi pelaksanaan ibadah salat. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Manfaatkan Sinar Matahari Sore Ini, Warga Balikpapan Bisa Koreksi Arah Kiblat Mandiri Pakai Tongkat

Ilustrasi pelaksanaan ibadah salat. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bunyamin

BALIKPAPAN - Sore ini, masyarakat Muslim di Kota Balikpapan memiliki kesempatan langka untuk memverifikasi atau memperbaiki akurasi arah kiblat di rumah masing-masing secara mandiri. 

Melalui fenomena alam Istiwa A'azam atau yang populer disebut Rashdul Qiblah, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak masyarakat ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat.

Kepala Kantor Kemenag Balikpapan, Masrivani menjelaskan, fenomena Rashdul Qiblah merupakan momen di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah, Arab Saudi. 

Untuk wilayah Indonesia Tengah (WITA), fenomena ini terjadi tepat pada pukul 17:27 WITA. Momen penting ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 15-16 Juli.

"Pada jam tersebut, arah bayangan dari tongkat yang berdiri lurus akan menunjukkan arah kiblat yang sangat presisi. Ini adalah konsep dari alam agar masyarakat tidak perlu lagi bingung menghitung atau bergantung pada kompas," ucap Masrivani, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan program ini sangat penting bagi masyarakat untuk mengecek arah kiblat di rumah mereka yang selama ini mungkin hanya dikira-kira berdasarkan arah masjid terdekat. 

Cara pengukurannya pun sangat sederhana, yaitu cukup menggunakan media tiang atau tongkat lurus yang diletakkan di tempat datar yang terkena sinar matahari sore. Bayangan yang dihasilkan tongkat tersebut secara otomatis mengarah lurus ke Ka'bah.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai masjid yang arah kiblatnya berpotensi miring setelah diuji, Masrivani mengimbau agar hal tersebut tidak menjadi polemik. Dalam hukumnya, terdapat toleransi derajat arah kiblat.

"Bagi yang jauh dari Mekkah seperti kita, patokannya adalah wilayah Kota Mekkah. Jadi, jika pengurus masjid memutuskan tidak mengubah posisi sajadah demi estetika atau keterbatasan biaya renovasi, salatnya tetap sah dan tidak apa-apa karena arahnya masih berada dalam koridor toleransi," jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, membenarkan fenomena alam ini. Ia menyebut penentuan kiblat dengan metode bayangan matahari ini merupakan cara yang paling sederhana namun memiliki tingkat presisi yang tinggi.

"Matahari berada tepat di atas Ka'bah saat di Arab Saudi sedang tengah hari atau pukul 12:00 waktu setempat. Akibat lintasan elips bumi, posisi ini tidak terjadi setiap hari, melainkan bisa dua hingga tiga kali dalam setahun," ungkap Rasmid.

Rasmid juga menambahkan bahwa masyarakat umum tidak perlu teknologi tinggi untuk memanfaatkan momen ini. 

Cukup dengan menancapkan tombak atau tongkat pada jam yang telah ditentukan, bayangan yang terbentuk dari paparan sinar matahari sore ke arah timur akan menjadi garis lurus pemandu kiblat yang akurat.

Masyarakat Balikpapan diimbau untuk bersiap menjelang pukul 17:27 WITA sore ini, dengan catatan kondisi cuaca cerah dan matahari tidak tertutup awan mendung.