Banner ADV

Pemkab Berau Bangun Rumah Gilingan Padi Permanen di Kampung Semurut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu rumah gilingan padi yang berada di Kabupaten Berau. (Foto: Dinas Pangan Berau)
Salah satu rumah gilingan padi yang berada di Kabupaten Berau. (Foto: Dinas Pangan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Bangun Rumah Gilingan Padi Permanen di Kampung Semurut

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu rumah gilingan padi yang berada di Kabupaten Berau. (Foto: Dinas Pangan Berau)
Salah satu rumah gilingan padi yang berada di Kabupaten Berau. (Foto: Dinas Pangan Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pemkab Berau Bangun Rumah Gilingan Padi Permanen di Kampung Semurut

Salah satu rumah gilingan padi yang berada di Kabupaten Berau. (Foto: Dinas Pangan Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Berau terus dilakukan. Di 2026 ini, Dinas Pangan Berau akan membangun rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta dari APBD.

Pembangunan fasilitas tersebut diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas hasil panen petani sekaligus mengatasi persoalan pascapanen yang selama ini menjadi kendala.

Rumah gilingan yang ada saat ini dinilai sudah tidak layak karena masih berbahan kayu dan mengalami banyak kerusakan, terutama pada bagian atap yang bocor saat musim hujan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, mengatakan Kampung Semurut dipilih karena memiliki potensi besar sebagai kawasan pengembangan sawah baru. 

Selain itu, aktivitas kelompok tani di wilayah tersebut dinilai cukup aktif sehingga layak mendapatkan dukungan infrastruktur pertanian.

Menurutnya, keberadaan rumah gilingan yang representatif akan menjaga kualitas gabah sebelum diproses menjadi beras.

Selama ini, kondisi bangunan yang rusak kerap membuat gabah terkena air hujan sehingga kualitas beras menurun dan berpengaruh terhadap harga jual yang diterima petani.

“Kami bangun adalah rumah gilingnya. Mesin penggilingan sudah tersedia dua unit dan masih dalam kondisi baik, sehingga nantinya tinggal dipindahkan ke bangunan baru yang lebih permanen,” ujarnya.

Saat ini, Dinas Pangan masih melakukan survei lokasi sekaligus menyelesaikan administrasi hibah lahan. Pembangunan baru dapat dimulai setelah proses hibah dari kelompok tani selesai dan status lahan dinyatakan bersih serta memenuhi aspek legalitas. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 20 x 45 meter.

Basri menambahkan, setelah pembangunan rampung, pengelolaan rumah gilingan akan diserahkan sepenuhnya kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. 

Jika fasilitas tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas beras, maka pemerintah akan mempertimbangkan pembangunan rumah gilingan serupa di kawasan pertanian lainnya di Berau.

Ia berharap keberadaan fasilitas baru tersebut tidak hanya menjadi penunjang kegiatan pascapanen, tetapi juga mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong kesejahteraan para petani di Kampung Semurut. (Adv)