Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Wacana menghadirkan moda transportasi massal kembali mengemuka di Kota Samarinda. DPRD menilai layanan angkutan umum modern sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring terus bertambahnya jumlah kendaraan pribadi yang memadati jalanan kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan jumlah kendaraan roda dua dan roda empat di Samarinda saat ini sudah sangat tinggi, bahkan hampir menyamai atau melebihi jumlah penduduk.
Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memperparah kemacetan apabila tidak diimbangi dengan penyediaan transportasi publik yang memadai.
"Kalau semua kendaraan itu turun bersamaan ke jalan, mau dipakai di mana jalannya," kata Deni.
Menurutnya, kehadiran transportasi massal akan memberikan alternatif bagi masyarakat sehingga tidak selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Selain membantu mengurangi kepadatan lalu lintas, keberadaan angkutan umum juga diyakini dapat menekan persoalan parkir yang selama ini masih menjadi tantangan di sejumlah kawasan Kota Tepian.
Ia menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi mengingat hingga kini belum ada penambahan ruang jalan yang signifikan di Samarinda. Tanpa pilihan transportasi lain, masyarakat akan terus menggunakan kendaraan pribadi yang pada akhirnya memperbesar beban jalan.
"Kalau tidak ada pilihan transportasi lain, masyarakat akan tetap menggunakan kendaraan pribadi. Sementara ruang jalan kita juga terbatas," katanya.
Deni menegaskan penyediaan transportasi publik merupakan bagian dari layanan dasar yang menjadi kewajiban pemerintah daerah.
Karena itu, Komisi III mendorong agar rencana pengadaan moda transportasi massal dapat mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027 sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Samarinda.
"Makanya kami mendorong agar tahun depan sudah ada moda transportasi massal yang disiapkan pemerintah kota," pungkasnya.


