Pemkot Balikpapan Bagikan 150 Ribu Seragam Gratis, Ringankan Beban Orang Tua hingga Tekan Inflasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam gratis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam gratis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Balikpapan Bagikan 150 Ribu Seragam Gratis, Ringankan Beban Orang Tua hingga Tekan Inflasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam gratis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam gratis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Balikpapan Bagikan 150 Ribu Seragam Gratis, Ringankan Beban Orang Tua hingga Tekan Inflasi

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud saat penyerahan seragam gratis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mendistribusikan bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik tahun ajaran 2026/2027. 

Sebanyak 150 ribu setel seragam disiapkan untuk siswa PAUD, TK, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan di bawah kewenangan Pemkot Balikpapan.

Penyerahan secara simbolis dilakukan di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). Sekolah tersebut dipilih karena menjadi salah satu sekolah rujukan Google dan telah memiliki Kelas Gemini yang dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengatakan program seragam sekolah gratis merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan sekaligus meringankan beban masyarakat menjelang tahun ajaran baru.

Menurutnya, seluruh anak di Balikpapan berhak memulai sekolah dengan kesempatan yang sama tanpa terbebani biaya pembelian seragam.

"Kami ingin seluruh anak-anak di Balikpapan memiliki semangat dan rasa percaya diri yang sama ketika memasuki sekolah. Jangan sampai ada yang minder atau terkendala hanya karena belum memiliki seragam baru. Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban orang tua agar anak-anak bisa fokus belajar dan meraih cita-citanya," ucap Rahmad.

Ia menambahkan, program tersebut juga diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi tekanan inflasi yang biasanya meningkat saat musim masuk sekolah akibat tingginya permintaan seragam.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan pembagian seragam gratis merupakan program prioritas Wali Kota yang kembali direalisasikan pada tahun ajaran 2026/2027.

"Hari ini, 16 Juli 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan membagikan secara simbolis seragam untuk anak-anak mulai dari PAUD, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan. Ini adalah komitmen Wali Kota Balikpapan yang setiap tahun ditunaikan, dan hari ini kembali kita tunaikan," katanya.

Irfan menjelaskan, setiap peserta didik akan menerima tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam batik, dan seragam Pramuka.

"Total ada sekitar 150 ribu stel seragam yang dibagikan kepada seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan," ujarnya.

Ia mengatakan proses distribusi dilakukan secara bertahap karena saat ini sekolah masih melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Selama masa tersebut, siswa masih diperbolehkan mengenakan seragam dari jenjang pendidikan sebelumnya.

"Karena masih masa MPLS, anak-anak masih bebas menggunakan seragam sekolah sebelumnya. Jadi pembagian dilakukan secara bertahap sampai seluruh siswa menerima seragamnya," jelasnya.

Selain meringankan beban orang tua, kata dia, program tersebut juga bertujuan menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah.

"Harapan kita anak-anak memiliki kepercayaan diri karena semuanya menggunakan seragam baru. Tidak ada lagi yang merasa berbeda karena tidak mampu membeli seragam," tuturnya.

Ia menambahkan, program seragam gratis juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

"Biasanya salah satu penyumbang inflasi saat tahun ajaran baru adalah pembelian seragam sekolah secara bersamaan. Dengan adanya program ini, kita berharap tekanan inflasi daerah bisa berkurang," ungkapnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu seiring bertambahnya jumlah kebutuhan seragam.

Irfan mengungkapkan seluruh seragam diproduksi oleh konveksi dari luar Kalimantan. 

Menurutnya, hingga kini belum ada pelaku usaha konveksi di Balikpapan yang mampu memenuhi kebutuhan produksi dalam jumlah besar dengan kualitas serta waktu pengerjaan sesuai kebutuhan pemerintah.

"Kita menggunakan konveksi dari luar Kalimantan karena di Balikpapan belum ada yang mampu memenuhi kebutuhan dari sisi kapasitas produksi, kualitas, maupun durasi pengerjaannya," pungkasnya.