Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - SMK Kartika V-1 Balikpapan mulai masuk sekolah pertamanya dengan menggelar Pra Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).
Sejak pagi hari, suasana hangat menyelimuti gerbang sekolah. Ratusan siswa baru tampak diantar langsung oleh orang tua mereka, khususnya para ayah yang terlibat aktif dalam menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Sekolah (GAMAS).
Salah satu orang tua siswa baru, Suwoto menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan ini.
Menurutnya, mendampingi anak di hari pertama sekolah merupakan bentuk perhatian nyata yang sangat penting.
"Bagus juga sih gerakan ini. Maknanya ya untuk menjaga supaya anak-anak kita aman saja. Ini sebagai bentuk perhatian kita kepada anak juga," ujar Suwoto.
Ia pun menaruh harapan besar pada proses belajar sang anak di sekolah baru. "Harapan saya ya supaya anak menjadi orang sukses ke depannya," tambahnya.
Sementara orang tua lainnya, Rohim mengaku merasa senang dan seru bisa ikut mengantar sang anak dalam momentum transisi ini.
Meski awalnya merasa asing di lingkungan baru, kebersamaan dengan orang tua lainnya memberikan kesan tersendiri.
"Seru aja sih, namanya juga orang baru begini, mencoba beradaptasi dan melihat-lihat suasana sekitar. Melalui gerakan ini, paling tidak kita sesama orang baru bisa saling mengenal dan menghargai di sini," ungkap Rahim.
Senada dengan Suwoto, Rahim berharap sang anak terus terpacu untuk belajar. "Harapannya, mudah-mudahan di sekolah baru ini anak saya makin semangat belajar, biar masa depannya terang," harapnya.
Antusiasme luar biasa dari para orang tua ini juga dirasakan langsung oleh pihak panitia pelaksana.
Ketua Panitia MPLS SMK Kartika V-1 Balikpapan, Fernando mengaku sangat bangga melihat kepedulian para wali murid yang luar biasa sejak persiapan dimulai.
"Saya senang banget. Sejak malam sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan bapak-bapak dan ibu-ibu di grup komunikasi sekolah.
Mereka sangat antusias. Walaupun sibuk bekerja, mereka tetap menyempatkan waktu untuk mengantar anaknya di hari Pra-MPLS ini," kata Fernando.
Ia juga menitipkan pesan mendalam dari pihak sekolah kepada orang tua murid agar tidak terlalu memanjakan anak-anak mereka di jenjang yang baru ini.
"Pesan kami dari pihak sekolah, jangan biarkan anak-anak berada terus di dalam zona nyaman. Biarkan mereka berusaha, belajar mandiri, mengenal lingkungan sekolah yang baru, kreatif, serta dididik untuk disiplin baik di rumah maupun di sekolah," tegasnya.
Pada tahun ajaran ini, SMK Kartika V-1 Balikpapan menyambut total 314 siswa baru. Di antara berbagai program keahlian yang dibuka, jurusan Teknik Otomotif Alat Berat (TAB) sukses menjadi primadona dengan kuota paling diminati yang mencakup total empat kelas, rata-rata diisi oleh 31 siswa per kelasnya.
Selain TAB, SMK Kartika V-1 Balikpapan juga memiliki berbagai jurusan unggulan lainnya yang siap mencetak tenaga kerja andal, yaitu Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Audio Video (TAV), Teknik Ketenagalistrikan (TPTU), serta Teknik Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).
Setelah merampungkan kegiatan Pra MPLS ini, seluruh siswa baru dijadwalkan akan mengikuti rangkaian utama kegiatan MPLS yang akan berlangsung mulai 20 hingga 22 Juli 2026.
Setelah masa pengenalan tersebut selesai, para siswa akan memulai hari pertama masuk sekolah secara aktif pada tanggal 23 Juli 2026.
Guna membentuk mentalitas siswa yang tangguh sejak dini, Fernando menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini dirancang khusus berdasarkan landasan nilai 5NK (5 Nilai Kartika).
Nilai-nilai ini mencakup berbudi luhur, disiplin, cinta tanah air, cerdas dan terampil. Penerapan karakter semi-militer ini dinilai sangat relevan mengingat SMK Kartika berada langsung di bawah naungan Kodam VI/Mulawarman.
"Kami menerapkan kedisiplinan yang ketat. Batas toleransi keterlambatan hanya 5 hingga 10 menit dari jam masuk sekolah yaitu pukul 07.15 WITA. Jika melanggar, maka siswa akan berhadapan dengan guru BK atau dilakukan pemanggilan orang tua," tegas Fernando.
Selain disiplin, sekolah berprestasi yang tahun lalu menyabet Juara 1 Lomba Baris-Berbaris tingkat SMK se-Kaltim ini juga berkomitmen menjaga nilai keberagaman suku para siswanya demi menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Sebagai sekolah kejuruan, SMK Kartika V-1 Balikpapan tidak main-main dalam menyiapkan lulusannya agar terserap optimal ke dunia kerja.
Saat ini, persentase lulusan tercatat 50 persen melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri, seperti Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Universitas Mulawarman (Unmul), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB), 30 persen hingga 35 persen langsung bekerja dan sisanya berwirausaha atau menjalani masa tunggu kerja.
Untuk memperluas penyerapan lulusan di tengah masifnya pembangunan industri di Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekolah telah membuka kolaborasi baru dengan berbagai perusahaan sektor Minyak dan Gas (Migas) ternama, seperti Pertamina, Pertamina Hulu Kalimantan Timur, hingga Halliburton untuk menyerap lulusan TKJ.
Bagi lulusan Teknik Alat Berat, sekolah juga membekali mereka dengan program unggulan pasca kelulusan berupa Basic Mechanic Course (BMC).
"Melalui pelatihan intensif selama 3 bulan dengan porsi 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung menggunakan ekskavator dan mesin industri, lulusan kami nantinya akan mendapatkan Sertifikasi BNSP. Hal ini tentu mempermudah mereka untuk langsung dilirik dan diterima oleh industri pertambangan maupun alat berat skala nasional," pungkas Fernando.


